Tampilkan postingan dengan label jambu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jambu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 April 2015

Melawan Ketidaksukaan


Sudah bulan April ya.. Apa kabar?
I’m so excited that it’s already April. Kayaknya January baru kemarin lho..
Awal April ini saya mulai dengan cerita tentang sesuatu yang saya tidak suka. BUAH..

Tadaaaa…

JUS JAMBU, hiyeeeek..

Lebay? 
Enggak, memang saya tidak suka baunya, eneg gitu. Rasanya juga kayaknya gak enak..
Tapi, kemarin, first time in my life saya akhirnya minum jus Jambu. Nggak tanggung-tanggung, saya menghabiskan 1 gelas jus. Iya 1 gelas, nggak cuma 1 sendok saja. 

First Impression

Bentuk:

Saya tidak suka teksturnya yang kental, klentrek-klentrek kalo orang jawa bilang.

Bau:

Nggak enak, baunya tajam menyengat sampai-sampai saya menahan nafas demi tidak membauinya.

Rasa:

Asem dan manis jadi satu. Nggak terlalu aneh sebenarnya, tapi bau jambunya menghancurkan rasanya.

Kesimpulan:

Not bad. Nggak buruk-buruk amat lah, kecuali baunya. Saya tidak kapok minum jus jambu lagi, tapi agak mikir-mikir kalau harus minum jus jambu, hehe. Tapi, kalo saya harus membuat jus jambu sendiri, terimakasih saja deh. Saya pilih buah Jeruk saja..

Pesan Sponsor:

  • Untuk yang tidak suka makan buah seperti saya, boleh deh mencoba minum jusnya dulu. Kenapa? Karena jus bentuknya cair, jadi bisa langsung masuk kerongkongan tanpa perlu mengunyahnya. Siksaannya akan cepat berlalu, percaya deh. 
  • Terus, karena saya masih pemula, setelah minum jus jambu, saya menetralisirnya dengan teh manis. Setidaknya rasa dan bau jambunya bisa hilang dari mulut saya. Dan perjuangan saya berhasil.
  • Terakhir, mintalah orang lain untuk membuatkan jus. Dengan begitu, kita jadi merasa nggak enak kan kalo nggak ngabisin jus tadi, hihihi.. Ngeles aja nih..

Selasa, 28 Agustus 2012

Nggak Suka Lagi


Selasa, 28 Agustus 2012...
Resmi memulai lagi karir di dunia per-les-an untuk tahun 2012/2013, semangaaaat...  
Sore tadi, tepatnya petang sih, aku sudah di rumah Abi untuk membantu dia beajar Bahasa Inggris. Anaknya cukup cooperative, menyenangkan dan cerdas. Cerdas itu penting, makanya ada kata "menyenangkan" dalam komentarku untuk Abi, hehehe


Lesnya sih biasa aja, tapi ada yang tidak biasa. Saat istirahat tiba, Abi memintaku meminum sirup yang sudah dibuat oleh eyang uti-nya untuk kami berdua. Aku hanya melirik segelas sirup berwarna pink. Bingung juga apa yang mau aku lakukan terhadap sirup itu. If you ask me why, it's because guava. Yup, itu segelas sirup jambu. Jambu sodara-sodara... Did I mention Jambu on the previous post? YeahI hate this fruit so much, that I can run far far away avoiding the smell of guava. Baunya benar-benar membuatku mual . Itu kalau jambunya asli bentuk buah. Untung yang kuhadapi tadi cuma segeas sirup jambu. Cuma perasa jambu saja, jadi baunya tidak teralu menyengat.



Well, back to the reality. Saat selesai dan siap-siap hendak pulang, Abi berkata "kok sirupnya nggak dihabiskan?"



Aku cuma tersenyum sambil memutar otak menghindari minum jambu tanpa menyakiti tuan rumah yang sudah repot-repot menyediakan minum. Tapi waktu berpikirku habis. Maka dengan menahan nafas aku cepat-cepat meminum segelas sirup jambu sampai tersisa 1/3 gelas. Gak habis 100% lah ya, tapi cukup jadi rekor baru buatku. Seperti sedang minum jamu, agar tidak terasa tidak enaknya jambu, sirup itu tidak kuperbolehkan mampir di mulutku. Selesai minum, aku sempatkan mengambil kastengel untuk menetralisir rasa jambu di mulutku. Dan alhamdulilah, aku tidak mual-mual, haha...



Beginiah susahnya menjadi fruit hater, tidak bisa makan atau minum yang berbau-bau buah. Yang artinya, setiap bertamu di rumah teman atau kerabat, (bila buah menjadi salah satu suguhan) aku bakal mengecewakan mereka karena tidak menyentuh buah yang mereka suguhkan padaku. So sorry, but I really cannot do that   

Selasa, 27 Maret 2012

Nggak Suka

Yang namanya tidak suka, baru mendengar namanya saja pasti langsung eneg. Apalagi melihat, membaui dan merasakannya. Bisa pingsan di tempat deh. Lebayyy...





"Hiyeeek..."
Ceritanya begini, sudah tahu kan kalau aku kurang suka (bukan tidak suka) dengan buah-buahan. Salah satunya jambu biji. Kalau jambu biji yang tengahnya warna pink, baunya sangat menyengat, jadi aku makin eneg melihatnya. Kalau jambu yang lain masih oke deh deket-deket mereka.

Hari senin kemarin aku ngajar les di daerah sekitar rumah. Biasanya aku disuguhi teh panas buat teman belajar. Karena itu hari yang nggak biasa (karena nggak kayak biasanya), aku dibikinkan jus oleh ibu si anak. Olala, kok jus jambu??!  Tapi masak iya aku harus nolak. Nggak enak dong sama yang punya rumah.

Saat itu aku cuma nungguin si anak menghabiskan jus jambunya sambil aku menahan nafas agar nggak  muntah . Baunya nggak nahan bok...  smiley

Otakku berpikir keras mencari cara agar gelas jus-ku nanti berkurang. Si ibu pasti senang karena berhasil memuliakan tamu (aku maksudnya). Bingung, mau aku minum, kok dari baunya saja aku nggak tahan. Kalau nggak ada yang minum, kok ya kasihan tuan rumah.

Selesai minum jus, si anak merasa masih mau jus jambu. Dengan sigap aku berikan segelas jus jambu bagianku. 
"Nih, kalau mau dihabiskan saja"
Si anak langsung meneguk jus jambu punyaku. Senang bukan main hatiku. Paling tidak si Ibu akan senang gelasku sudah berkurang isinya  barang sedikit saja. Masalah yang menghabiskan aku atau anaknya, itu urusan lain :D
Alhamdulillah, masalahku terselesaikan..

Eits, itu kan hari senin. Hari selasa tadi, aku ngajar les ke daerah piyungan. Lah dalah... kok suguhan-nya sirup rasa jambu biji. Tidaaaaaaak...

Kali ini aku terpaksa mencicip seteguk sirup rasa JAMBU BIJI karena cuma aku yang dibikinkan sirup, anaknya nggak dikasih. Nggak mungkin kan aku kasih sirupnya ke si anak. Catatan, aku minum sirup itu pake ancang-ancang nahan bau. ckckckck...

Aku cuma bisa berdoa, semoga besok Rabu dan Kamin saat les nggak ada yang berbau-bau jambu. Amiin...
 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon