Jumat, 29 Maret 2013

A Trip to Solo


This wasn't my first or even second trip. Saya sudah 4 kali kesana. Sebenarnya agak bingung juga kenapa kali ini milih ke Solo dan mau jalan-jalan ke area mananya. Ke Kraton kurang menarik, ke Klewer sudah pernah, ke PGS sedang tidak ada duit, ke Alun-alun capek jalannya. Lagipula, keempat lokasi itu sudah pernah kita datangi. Kayaknya nggak seru kalau harus re-visiting.

Sesampainya di Stasiun Purwosari pertanyaan pertama Citra adalah "Mau kemana kita?". 
Harusnya sih, saya jawab "gunung, danau, hutan". Halah..  

Akhirnya, setelah hampir 30 menit nangkring di Bus Shelter, kami memutuskan untuk jalan-jalan di Solo Grand Mall sambil ngadem. What? kalo Mall di jogja juga banyak kali. Iya sih, tapi berhubung tempat wisata di solo itu terbatas, ya sudah ke mall pun tak apa. Dan ternyata mall dimana-mana ya sama saja. Ya iyalah sampe Jakarta pun dalemnya Mall begitu-begitu saja.

Nggak menarik ya cerita hari ini? 
Nah, setelah beberapa kali ke Solo, tips and trik yang saya dapatkan adalah:

1. Manage the time
Gunakan waktu sebaik-baiknya. Kami berangkat dari Stasiun Lempuyangan naik Prameks sekitar jam 09.35 WIB. Saya sampai di stasiun jam 09.10. Beruntung saya dapat 2 tiket prameks, karena ternyata antrian setelah saya tidak kebagian tiket prameks. Lucky me, eh, lucky us 
Ini tiket pulangnya lho
Kami naik Prameks dari Jogja pukul 09.35. Untuk amannya, kami datang sebelum jam 9. Nah, kalau dari Solo ke Jogja, paling sore jam 15.10 (tapi jangan khawatir, masih ada kereta AC yang tarifnya cuma 2 x lipat tarif Prameks). Itu jadwal dari Solo Balapan. Kereta biasanya siap 40 menit sebelum berangkat. Yah, datanglah sekitar jam 14.00, dan saat kereta datang, segera lari masuk ke kereta untuk berebut tempat duduk. Bodohnya kita tadi, saat kereta datang, kita tidak sadar kalau itu kereta Prameks. Alhasil, jam 14.45 kita baru masuk kereta. Beruntung kita bisa duduk meski harus berdempet-dempetan. Fiuhh.. 

2. No need to bring much money
Ini nih rincian pengeluaranku hari ini
* Air Mineral + snack            Rp. 17.000
* Tiket Prameks Jogja-Solo   Rp. 10.000
* Roti Maryam                       Rp.   3.000
* Tiket Bis Solo Trans           Rp.   3.000
* Nasi Goreng + Es Teh        Rp. 15.000
* Bayar Bis ke Balapan         Rp.   2.500
* Air Mineral                         Rp.   6.000
* Tiket Prameks Solo-Jogja   Rp. 10.000
Total pengeluaran Rp. 66.500. Skip the snack, maka ongkos perjalanan ke Solo hanya Rp. 25.500. Lumayan murah kan? 

3. Design your destination
Tentukan tempat tujuan selama liburan di Solo. Tadi sempat sms tanya tempat wisata pada 2 teman dan bertanya pada mahasiswi di sana. Jawaban mereka sama --> Klewer, PGS, Kraton.
Saya : "Nggak ada tempat wisata selain kraton atau mol?"
Girls : "Iya ya, Solo nggak ada tempat wisatanya ya".

Nggak tahu deh, saya kan bukan  penduduk Solo. Tapi kalo tetep ngotot pengen ke Solo kayak kita, ini nih yang bisa dikunjungi:

  • Solo Grand Mall  -->  Naik Trans Solo dari depan stasiun Purwosari tanpa menyebrang. Sekitar 5-10 menit sudah sampai. It's on the right side.
  • PGS (Pasar Grosir Solo)  -->  Dari Grand Mall, lanjutkan naik trans Solo sampai kondektur teriak "Beteng-beteng". Turun dan jalan kaki menyebrang perempatan ya. It's right on the corner of the street.
  • Alun-alun Solo  -->  Jalan ke arah gerbang belakang PGS, maka alun-alun sudah kelihatan.
  • Pasar Klewer  -->  Putari alun-alun, sampai ketemu pasar tradisional.
  • Solo Paragon Mall   -->  Dari stasiun Purwosari, naik Trans Solo atau Bus arah stasiun Balapan. Solo Paragon nanti ada di sebelah kanan. Jangan sampai terlewatkan ya. 
  • Solo Square  -->  Sepertinya (sayangnya, saya belum pernah ke sana) dari stasiun Purwosari, jalan ke arah kanan. Mall nya ada setelah rel kereta (kalo gak salah) 
  • Keliling Solo naik Bus tingkat Werkudoro  --> Naik BST ke arah Stadion Manahan. Rute lengkapnya klik disini ya.
  • The Park Mall   --> dari Purwosari, nggak sah nyebrang jalan, langsung saja naik bis non BST ke arah Sukoharjo. Dari Balapan, naik BST arah panggung. Turun di Panggung, sebrangi jalan, naik bis Gunung Mulia yang arah Wonogiri.
  • Hartono Trade center    --> Idem dengan rute ke The Park. Hartono Mall hanya sebelahan dengan The Park

So, mau liburan kemana kalian? Gunung? Danau? Hutan? Mari kita tanya pada Peta 

Selasa, 26 Maret 2013

Dos and Don'ts: Ngobrol Tanpa Bikin Bete

Yakin sama aku? Apa aku kompeten ngomongin cara ngobrol, sementara aku sendiri tak pintar ngobrol  



Based on the research I've done unintentionally during my social interaction, aku banyak menyesal melakukan atau mengatakan sesuatu yang tidak perlu. Kadang juga aku merasa bete kalau ada teman ngobrol yang terlalu asyik dengan topik obrolan seputar dirinya sendiri. Apakah kamu juga? Bener-bener nggak seru kan berlama-lama dengan teman ngobrol yang nge-betein. Sebenarnya ada banyak faktor yang membuat obrolan menjadi ngebosenin. Salah satunya karena salah satu pihak tidak memahami sopan santun dalam mengobrol. Hapaseh ... Males beud (alay punya) kalo temen ngobrol bikin bete atau justru kita yang nge-betein. Thus, mari kita bahas tata cara bergaul in term of chatting behaviour.

Tips ngobrol tanpa bikin bete:
1. Find good topics for all talkers
Gak lucu kan kalo 1 temen diem mulu karena nggak paham teman yang lain ngomong apa. Sesekali lontaran yang agak high educated boleh, tapi ingat-ingat, tidak semua temen pendidikannya setinggi kita. Kalo bisa sih, setelah merasa gulity salah mengambil topik obrolan, langsung ajak ngobrol temen yang diem itu. Mengingat tidak semua teman nyambung dengan obrolan teman yang lain, pancing lah topik seputar hobi, sekolah atau kerjaan. Biasanya it works, teman yang diam bakal menyingkirkan rasa betenya sedikit. Sedikit nggak masalah, kan sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit  

2. Don't talk too much.
Kadang bosen deh kalo dengerin 1 orang cerita yang nggak ada habisnya. Capek mulut juga, tiap dya ngomong kita mesti senyum-senyum palsu (demi menghargai) dan bilang "iya ya" mulu. So, ingat, jangan banyak cerita yang nggak penting. Jangan pula mengulang cerita yang sudah pernah diceritakan. Bisa-bisa lawan bicara hafal topik pembicaraannya. Kasihanilah lawan bicara yang bosen jadi pendengar terus.

3. Don't expose yourself.
Senada dengan poin 2, poin 3 ini juga biasanya terjadi sama orang yang terlalu banyak ngomong. Bedanya, di poin 3 topiknya nggak umum dan melulu tentang dirinya sendiri. Lawan bicara bisa menghitung berapa kali si pembicara mengucapkan "kalo aku, kalo aku". Sampai-sampai lawan bicara kalo suruh komen jujur pasti bunyinya "trus gue harus bilang wow gitu". See? Dengerin obrolan tentang 1 orang yang show off itu blas nggak ada yang menarik. So, believe me, not every single word you share is interesting.

4. Look at listener's/speaker's facial expressions
Memandang muka lawan bicara itu penting, tapi jangan terlalu lama. Cukup at glance, sepintas saja. Kalau terlalu lama atau tidak memandang sama sekali, bakal dianggap tidak sopan. Kalo sudah tahu air muka lawan bicara, tentukan apakah dya tertarik atau sudah bosan mendengar kita ngomong.

5. Prepare your MP3  
Kadang menjadi tukang ngobrol itu bikin capek, jadi nggak ada salahnya mendengarkan teman mengobrol tanpa perlu ikut urun suara. Kalau bener-bener ada topik obrolan yang nggak "gue" banget, cukup puter MP3. Kadang begitu pun sudah cukup membuat si pembicara sadar diri kalau topik obrolannya nge-betein. Contoh nih, suatu kali ada sekelompok teman membahas topik X yang bikin aku tidak nyaman untuk mendengarnya. Aku bingung, kenapa teman-temanku bisa seenaknya ngobrol tanpa memandang sekeliling. Maunya nge-cut pembicaraan mereka, tapi, siapa aku? Nah, di momen seperti itu, MP3 bakal menjadi dewa penolong. Sayangnya, aku tidak selalu sedia earphone di tas 

Nah, itu baru 5 poin. sebenarnya ada banyak poin yang masih bisa digali (emangnya kuburan). Ada yang mau sumbang ide? 

Senin, 11 Maret 2013

I Wear Sweater on Cold Day

I know English may be eliminated from the Elementary School. However, I'm still happy teaching those kids especially when they come to me asking for another class. It seems that they like the way I teach. Errrr... To be honest, I believe they just like being in the English class not the teaching 

This night, I have just finished writing an English RPP. This may be (maybe ) useful for the teacher who is gonna teach the 5th graders. Perhaps, this writing would not be used officially in school. It is not that good; however, I or someone else maybe like to use it  whenever he/she finds a dead-end idea.  No body knows 

A brief of what I have written...


RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)



Kelas/Semester : V/II
Ketrampilan      : Membaca
Topik               : I Wear Sweater on Cold Day
Alokasi Waktu : 2 JP (2x35 menit)

Standar Kompetensi : Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks sekolah
Kompetensi dasar      : Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima.

Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat membaca teks deskripsi dan memahami isi teks dengan cermat dan teliti.

Indikator

1. Siswa mampu membaca teks deskriptif dengan lafal yang benar.
2. Siswa mampu mengartikan kalimat dalam teks percakapan.
3. Siwa mampu menjawab pertanyaan seputar isi teks.

Materi Pembelajaran
This Monday, the weather is sunny. Suki goes to Parangtritis beach. He wears shorts and sunglasses. He also wears sandals. “It is very hot and windy”, says Suki.


To download the complete version of this RPP, please get it on My Scribd Collection.
See ya in the next post   

Rabu, 27 Februari 2013

Balada Gadis Bosen SMS

"Bu end... lg sibukkah dirimu sampe smsq gak dibls i... huks... ada slahkah dr q padamu"

Whats app ku berbunyi dan itu dari salah satu temenku.
I was like , fell into the very deep cliff. Aku cuma mlongo karena merasa sekarang jadi teman terjahat sedunia. Padahal aku sendiri tidak merasa cuek sama siapapun. Aku sadar beberapa kali tidak membalas sms teman-teman. Salah satunya karena sms mereka datang pada waktu yang kurang tepat. Mungkin smsnya kebaca saat aku mau berangkat ke skolah ato les, jadi sms langsung aku tutup dan buru-buru kabur ke tempat tujuan. Sepulang les? aku lupa belum membalas atau bahkan sudah nggak berdaya mengetik sms untuk mereka 

Sebenarnya banyak alasan aku jarang membalas sms teman-teman, bahkan bukan cuma temen deket yang jadi korban kecuekanku. For some reasons, I reluctantly reply the text from others since I hide the hurts deep inside. Aaaargh....  forget it 

SMS Caption

Oh iya, did I mention before kalo aku sudah dalam masa bosan sms. Kalo aku merasa nggak bisa basa basi, ya sudah aku tinggalin dulu smsnya, ntar aku re-read. Maunya nge-re-read, tapi kalo udah lewat waktu suka lupa, pikun . Kalo dibilang sibuk, aku nggak workaholic kok. Kalo dibilang santai, I'm not. Jaman dulu, sewaktu masih muda (sekarang udah dewasa), satu hari bisa ngetik 100 sms. Iya, soalnya jaman dulu kerjaku masih santai, masih punya banyak waktu luang. Jaman sekarang? Enggak bisa begitu lagi , pulang kerja capek dan ogah pegang-pegang hape. Eh, karena hape sekarang udah ganti, jadi kalo pegang hape lebih suka browsing baca info penting. Kalo nggak gitu, lebih suka maen sama baby nephew. It does refresh my mind.

Terus, Whats app nya  kok online terus gitu? Iya, kalo whats app online, berarti aku lagi free. Sengaja aku setting begitu sih biar temen-temen tahu aku nggak selamanya available on wa. Dan it is better to do wa than sms. Kalo wa kan responnya cepet, jadi langsung bisa ditanggepi dan nggak ada tanggungan mesti menanggapi wa mereka juga. Bukan begitu bukan? Nah kalo sms, datangnya sering uncontrolled. Ya maaf banget nget kalau nggak sengaja aku cuekin 

Kalo aku bikin poling, kayaknya hampir semua temen akan bilang kalo aku nyebelin. Sok sibuk dan nggak ada waktu bales sms. Bosen temenan? Enggak, sumpeh deh. Ya gimana lagi ya teman, I'm single and I face the world my self. No need to beg my parents for money since I can do it my self. Then, it results in being "cuek" to sms unintentionally (I did in purpose for some reasons). Yet, I always do anything and try anything to hang out with the girls I love. At least, I promise my self to avoid saying "NO" when they ask me to go with. It is the only way I pay the guilty feeling.



For all friends of mine, wherever you are and whenever you read it, I love you.
Thanks girls for caring me Perhaps, I might lose control without you all. 

Sabtu, 23 Februari 2013

English Things Part 1

Akhir-akhir ini aku agak pusing kalau mengajar di kelas 1. Sebenarnya mereka bisa diajak kerjasama tapi aku nggak tahu apa yang membuat anak-anak itu begitu heboh. Sejak dari mulai pelajaran (jam 7 a.m.) sampai selesai (jam 8.10 a.m.) bocah-bocah itu nggak bisa tenang. Kadang lari-larian di depan kelas, main bola antar bangku, menyanyi "paduan suara" sekelas, pokoknya ada saja ide mereka untuk bersenang-senang. Kenapa aku bilang bersenang-senang? Karena mereka ini sedang beradaptasi merubah kebiasaan belajar sambil bersenang semasa di TK menjadi belajar menyenangkan di SD. Beda lho bersenang-senang dengan menyenangkan 

Setelah muter otak guling kanan guling kiri, aku menemukan 1 worksheet yang belum pernah aku berikan ke anak-anak. Media ini banyak dijual di toko-toko buku, tapi kalau anak-anak bisa membuatnya sendiri, bukankah itu lebih bagus? Disk ini terinspirasi dari e-classroom dan contoh diprint dari web ini. Nyontek bahasa lugasnya, tapi file selanjutnya murni aku buat ulang via Corel Draw lho   batting eyelashes




  • English Disk
Media pertama yang aku buat adalah English Disk. Berbentuk 2 disk yang digabungkan dengan kancing sehingga bagian atas bisa diputar ke kanan ato ke kiri, you choose it lah. Topik yang aku pilih adalah pets, tapi disk transportation untuk kelas 2 ikut ke-upload juga, maap. Kalo ada yang berminat, you can download the Disks for free on scribd.
  1. At first, cetak disk dari file pdf di atas.
  2. Mintalah anak untuk mewarnai disk tersebut.
  3. Gunting disk mengikuti garis titik-titik.
  4. Satukan disk 1 dan disk 2, dengan letak disk 1 berada di bawah disk 2.
  5. Gunakan jarum untuk membuat lubang di tengah disk.
  6. Pasang kancingnya.
  7. Mainkan disk dengan memutar disk ke kanan dan ke kiri.
  • English Wordsearch
Nggak lucu kan kalo kegiatan kelas cuma membuat disk saja. Sebagai pendamping dan dalam rangka mengajari mereka memanfaatkan disk, anak-anak diberikan teka teki. Disini mereka harus mencari kata yang sesuai dengan disk tersebut. Yang ini sih, anak-anak pasti suka. Jadi silahkan, feel free to download Pets Wordsearch.

Well, this is the end of the first part of English Thing. See you in the next part wave

Jumat, 01 Februari 2013

Upah a.k.a Gaji



Aku paling malas membicarakan gajiku dan gaji orang lain. Hidup terlalu singkat untuk membahas duit. Lagi pula kalau selalu dibahas, aku akan merasa selalu dalam keadaan kekurangan. Syukur-syukur aku dapat gaji yang cukup untuk ukuran single seperti ini. Bahkan kadang aku masih bisa “sok kaya” mentraktir sabun mandi dan odol untuk ibuku.

Kadang aku tak habis pikir, bagaimana seseorang tega membandingkan gajinya dengan orang lain. Iya aku pernah membandingkan gaji guru-guru karena aku seorang pembantu bendahara dan kadang dimintai pendapat bendahara umum tentang gaji guru dan karyawan. Bagiku bertanya dan membahas gaji orang lain itu tidak sopan, tabu malah, jadi aku tidak pernah sengaja membahas ini dihadapan orang yang tidak berkepentingan. Dengan harapan, tidak ada yang melakukan hal serupa terhadap aku. Karena aku tidak suka dan paling malas menanggapi seseorang yang bertanya berapa gajiku. Sekalinya orang lain tahu berapa gajiku, mereka dengan nada nyinyir meremehkan masa depanku dengan gaji yang tak seberapa. Siapa beliau berani mengatur hidup ku? Hidupku sudah diatur oleh Allah. Dan aku bersyukur aku tidak terpengaruh untuk memikirkan berapa gajiku, tapi pahala yang bakal aku dapat.

Uang saku semasa SD
Upah kerja a.k.a gaji adalah penghargaan atas kerja seseorang. Secara agama, gaji ini harus dibayarkan sebelum keringat si pekerja kering. Dalam artian, jangan sampai menunda membayarkan gaji, karena si pekerja membutuhkannya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Kalau gaji pekerja kantoran, asal tiap bulan gaji terbayar cukup sesuai aturan agama lah.

Gaji, in my opinion, wajarnya dibayarkan sesuai keahlian dan tingkat kesulitan kerjanya. Tidak jarang gaji dua orang dengan keahlian yang sama berbeda jumlahnya. Wajar, karena loyalitas juga patut diperhitungkan dalam menentukan jumlah gaji ini. Jadi, jangan mengharapkan gaji yang terlalu tinggi sebelum kamu bisa menunjukkan seberapa pantas kamu dihargai. Bekerja saja belum lama, sudah menuntut gaji tinggi.

Sayangnya, kebanyakan yang terjadi di masa sekarang oleh seorang bukan pekerja keras adalah tidak betah bekerja lama di suatu tempat kerja karena gaji yang didapat tidak sesuai harapan. Beberapa kali aku menemukan kasus seseorang, entah itu pria maupun wanita, berganti-ganti pekerjaan seenak udelnya. Yah, memang bekerja dan memilih pekerjaan itu hak pribadi. Tapi jangan hanya karena gaji sedikit lantas memilih berhenti bekerja. Bekerja kan tidak melulu harus diukur dengan materi. Ada kepuasan tersendiri saat hasil kerja berbuah kesuksesan. Setidaknya lihat diri sendiri dulu. Seberapa pantas kamu digaji tinggi. Setelah itu, bandingkan dengan hasil kerja dan loyalitasmu terhadap perusahaan atau instansimu.

Di sekolah tempatku bekerja, gaji pokokku tidak lebih dari 6 digit. Itu gaji pokok di sekolah, jadi insentif dan tunjangan sertifikasi tidak dihitung ya . Bertahun-tahun lamanya gajiku bertahan di angka itu. Dan 1 tahun yang lalu sekolah memberi kebijakan untuk menaikkan gaji pokok para guru. Bahasanya bukan gaji, tetapi insentif sekolah. Ini terkait dengan dana BOS (andalan sekolah swasta) yang tidak selamanya turun pada waktu yang seharusnya. Kemudian, insentif ini di berikan setelah kami mengadakan rapat dengan Wali Murid dan Dewan Sekolah. Yang menentukan besaran insentif tiap guru pun bukan kami, tapi peserta rapat. Besarnya insentif tergantung pada masa kerja, loyalitas dan tingkat kesulitan kerja dengan tetap memperhitungkan insentif dan tunjangan pemerintah yang sudah di dapatkan tiap guru.

Aku, misalnya, hanya mendapatkan insentif dengan jumlah setengah lebih sedikit daripada insentif guru yang belum bersertifikasi. Guru yang belum bersertifikasi mendapatkan satu bagian utuh. Sedangkan karyawan biasa mendapat insentif  ¾ bagian saja. Lalu bagaimana dengan guru yang baru bekerja dengan masa kerja dibawah 1 tahun? Maaf, tapi beliau sepertinya harus menunjukkan kemampuannya dulu baru menuntut hak insentif ini. Loyalitas terhadap sekolah belum terbukti, kemampuan kerja pun belum terlihat. Sekolah tidak mau mengambil resiko dengan memberikan gaji beliau sama besarnya dengan gaji guru yang lebih lama masa kerjanya. Kecemburuan pasti ada, tapi akan lebih bijaksana kalau menyingkapi kecemburuan ini dengan meningkatkan kemampuan kerjanya saja.

Jika ada yang merasa tidak adil atas kebijakan sekolah ini, sekali lagi, itu hak tiap orang untuk tetap bekerja atau memilih resign di sekolah ini. Bukan sekolah tidak menghargai beliau, tapi mungkin beliau yang belum tahu cara menghargai kami para guru dan karyawan yang jauh lebih lama bekerja disini  cool

Rabu, 30 Januari 2013

Kurikulum 2013 Vs Guru Bahasa Inggris

Baru saja kemarin ngepos foto anak-anak yang lagi asyik belajar Bahasa Inggris. Loh, sekarang sudah dibikin nyengir sama Ibu – ibu guru yang lagi membahas kurikulum 2013 yang paliiiiiiing baru dan akan segera diimplementasikan. Mereka tak kalah nyengirnya denganku dong. Kemudaian, tau-tau bu Anif bilang “Aku mesakke mbak Endang sesuk piye, ning ngomah kepikiran terus”. Walah, aku jadi kaget plus terharu. Nasibku sampai dipikirkan orang lain juga, mereka peduli banget sama aku, hiks hiks.. 

Jangan sampai kebersamaan ini berakhir. Lebay nya..

Eh, pada bingung ya aku ngomong apa? 
Boleh flashback dulu ya, biar nggak ngegantung gini. 

Jadi, sekilas penjelasan dari bu retno tadi, mulai tahun ini dan selanjutnya, pelajaran di SD sampai SMA akan berbentuk tematik. Semua mata pelajaran akan terintegrasi. Bisa jadi dalam 1 jam pelajaran, tanpa terasa anak sudah mempelajari Matematika, Bahasa Indonesia sekaligus IPA. Eh, IPA sama IPS bakal dihapus diganti istilah apa gitu. Nggak ngerti aku.. yah, kira-kira begitulah tematik yang aku tahu. 

Kurikulum terbaru ini berdampak pada menurunnya jumlah mata pelajaran dan meningkatnya jam pelajaran tertentu dalam 1 minggu. Bahasa Indonesia akan dipelajari 10 jam/minggu. Sedangkan Bahasa Inggris akan digeser dan dipelajari diluar jam mengajar wajib, singkatnya sebutlah ekskul. 

Jadi ingat.. 
Beberapa bulan yang lalu, sewaktu ngobrol dengan pak kepsek, beliau juga menyampaikan wacana bahasa Inggris SD akan dihapus, yang sebenarnya aku sudah tahu lama. Beliau dan pak Karti, kepsek SD Sumberragung 1 yang dekat denganku (eits, don’t be suudzon. He is my uncle’s friend. I consider him as my uncle) khawatir akan nasibku. 

Akhir-akhir ini juga rekan sesama guru bahasa Inggris dari SD Sumberragung 2 yang sudah PNS sering sms dan curhat kegalauannya. Ada wacana (dan kayaknya bakal terwujud) kalau bahasa Inggris di SD akan dihapus. Boleh ada, tapi dalam bentuk extrakurikuler. Nah masalahnya, guru PNS dan guru bersertifikasi harus punya jam mengajar sebanyak 24 jam dan bukan extra (correct me if i’m wrong ya). Temenku ini bingung mau gimana lagi. Kalau alih jenjang, pindah ngajar di SMP atau SMA, beliau merasa tidak mampu. Sementara kalau mau menjadi guru kelas, berarti akan menggeser guru kelas non PNS yang ada di sekolahnya. Yah, bingung lah beliau. Sementara aku (untungnya belum PNS jadi tidak terlalu mikirin) tidak bisa banyak kasih masukan. 

Tadi ada “rasan-rasan” (bisik-bisik kali ya), guru yang sudah sertifikasi harus diutamakan. Maksudnya, aku bisa dialihkan jadi guru kelas, dengan konsekuensi harus mengeser guru kelas yang baru. Big No No lah kalau harus mengorbankan teman lain. Sudah jelas-jelas punya pekerjaan sebagai guru kelas, masak iya aku musti nge-cut pekerjaan dia. 

Memang, sewaktu ibu pengawas ngobrol-ngobrol denganku beberapa waktu lalu, beliau melarangku pindah sekolah selama belum ada kejelasan. Guru bersertifikasi itu tanggungan negara, jadi harusnya negara yang akan mengatur bagaimana nasib “guru” ini. Beliau juga memberikan pandangan kalau guru bahasa Inggris mungkin akan alih jenjang menjadi guru kelas. Itu artinya aku akan diwajibkan bergelar S1 PGSD. That's really not my passion. Saya minatnya di bidang bahasa Inggris, kenapa harus terpaksa berpindah minat hanya demi "uang".

Sebenarnya aku nggak begitu mempermasalahkan nasib “guru” ku ini. Toh, nasib dan rezeki ku sudah ada yang mengatur. Misal, misal ya.. Bahasa Inggris benar-benar harus dihilangkan, selama aku masih boleh kerja di SD aku sudah cukup senang. Tidak masalah kalau tunjangan sertifikasiku di hapus. Tidak masalah juga kalau insentif kabupatenku hilang asal aku masih boleh bekerja disini, dan aku dapat gaji atas kerjaku ini. Kalaupun penghasilanku (boleh pake istilah ini kan ya? ) menurun drastis, yang penting aku bisa mencukupi kebutuhanku tanpa minta pada orang tua. Nggak bisa mengajar di SD pun aku masih bisa mengajar via private course. Itu namanya juga pekerjaan kan ya. Kalo ada yang nawarin jadi sopir taxi pun tak jalani deh.

Mungkin, dengan adanya kebijakan baru ini aku malah bisa mencari pekerjaan yang lain. Kemarin-kemarin mau coba-coba mendaftar CPNS di luar kota tidak berani karena punya tanggungan ngajar di SD. Sekarang, justru ini kesempatanku. Kalau punya pekerjaan di luar SD, bakal mengurangi kekhawatiran guru-guru soal nasibku kali ya. 

Bekerja bagiku bukan melulu urusan besar kecilnya gaji. Tapi lebih karena aku bisa membuktikan kalau aku ini mandiri. Lagi pula aku ini perempuan. Bukan kewajibanku menfkahi keluarga (ku kelak, hehe), tapi boleh bekerja selama tidak mengganggu kodratku sebagai perempuan. So, ngapain bingung mikirin bahasa Inggris SD dihapus ato tidak, ngapain bingung jabatanku akan jadi guru atau cuma karyawan biasa? Selama aku masih punya pekerjaan dan selama aku punya penghasilan, why should I be sad
 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon