Tampilkan postingan dengan label The Teaching. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Teaching. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 September 2015

Hand Copy - Solusi Manual Memfotokopi

September is gonna be end
Belum sempat memposting project ke-4 dan 5 , saya malah memposting yang nggak jelas. Ceritanya saya belum sempet ngobras bajunya, jadi belum pantes saya pajang di blog, hehe hot

Nah, kali ini saya mo sharing kepuyenganku saat malem-malem lupa menggandakan worksheet untuk esok hari. Biasanya, saya menggandakan worksheet dengan cara memfotokopi atau mencetaknya dengan printer. Berhubung di rumah tidak ada printer, nggak sempet ngeprint di sekolah dan saya lagi males keluar malem-malem untuk fotokopi, maka saya memutar otak untuk mendapatkan worksheet sejumlah anak tanpa perlu memfotokopi atopun nge-print thinking

Setelah mikir dan mikir, akhirnya nyala juga emoticon lampu di otak saya. Yes, akhirnya saya memilih untuk menggandakan worksheet dengan tangan. Worksheetnya pun saya pilihkan yang nggak repot, cukup satu gambar saja. Perintahnya juga nggak tertulis, besok saya diktekan lisan saja di kelas  *huh, dasar guru pemales, eh, kreatif, aamiin..

Buat kalian yang juga tidak punya printer dan nggak sempat ke copy center, let's check what you can do:
Buat master gambar dan ditebalkan dengan spidol
Letakkan selembar kertas di atas master gambar
Jiplak gambar dengan spidol
Tereeeng.. Saya dapet 28 lembar gambar
Kalo kata adekku, saya terlalu "selo" sampe-sampe memilih menggambar berlembar-lembar daripada membawanya ke tukang fotokopi. Ya memang sih, malem itu saya lagi nyantai banget. Makanya 3 jam menggambar nggak bikin saya kerasa capek. Apalagi sambil nonton S.W.A.T, makin betah dah 

Senin, 31 Maret 2014

Tack It.. Just Take It

Sebagai guru bahasa Inggris, penting banget untuk mengenalkan anak kosa kata bahasa Inggris kepada anak-anak. Biasanya saya suka membawa media kartu bergambar saat mengajar. Tinggal saya tempel, saya sebutkan kosakata nya, dan tanpa perlu saya translate, anak-anak mengerti kata apa yang sedang saya sebutkan. Repotnya, saya tidak bisa memegang banyak gambar dan menunjukkan kesemuanya pada anak-anak. Gimana ya caranya?

Aha..
Solusi pertama adalah dengan menempel gambar-gambar ini ke whiteboard dengan isolasi. Tapi, kok ribet ya kalau harus menempel dan memotong isolasinya. Belum lagi kalau gambarnya mau digeser, harus mengganti dengan isolasi baru lagi karena isolasi hanya menempel kuat pada saat pertama kali dipakai saja. Minus lainnya, saat gambar dicabut dari whiteboard, isolasi meninggalkan bekas yang agak susah dihilangkan. Nah, repotkan? Wasting time banget..

Sebagai solusi mujarabnya, perkenalkan.. jeng jeng..
Taken from officeoneuae (left) - qsupplies (right)
Ini namanya Tack It.
Ada yang sudah tau?
Atau malah belum pernah dengar?

Apa sih Tack It itu?
Jadi Tack It adalah multipurpose removable and reusable adhesive (Fabercastell), atau perekat serba guna yang dapat diambil dan digunakan kembali. Fabercastell dan UHU sama-sama punya koleksi adhesive tac ini. Satu merk terdapat beberapa varian warna, tergantung penggunaannya. Yang biasa digunakan untuk kertas adalah Tack It hijau atau UHU Tac putih. Perekat ini tentu saja berbeda dengan isolasi biasa. Selain bisa diambil dan dipakai berulang-ulang, perekat ini tidak meninggalkan sisa di whiteboard. Kalo di blackboard, bisa jadi cat-hitamnya justru ikut tercabut. Memang kudu hati-hati kalau mau memakainya di papan yang tidak solid.

Saya mengenal Tack It ini semasa saya PLPG oleh Bu Nuri (dosen EFC jaman kuliah dulu). Beliau memang concern banget soal pengajaran EFC, makanya beliau semangat sekali saat menjelaskan betapa pentingnya benda ini. Waktu itu, saya terkagum-kagum karena benda hijau mirip permen karet ini bisa memecahkan solusi tempel menempel di kelas. Sejak saat itulah saya selalu sedia Tack It di tempat pensil atau di laci meja kantor. Satu pack Tack It ini bisa saya gunakan lebih dari 2 tahun. Hemat sekali bukan?

Gimana sih cara pakainya?
Preparation
Ambil perekat secukupnya. Tarik - ulur - gulung - tarik - gulung (dan seterusnya) perekat ini sampai agak liat. Bisa juga dibulatkan seperti saat kita membuat adonan roti. Kalau baru di tarik ulur beberapa kali, kadang Tack It kurang bisa menempel kuat.

Itu kuku itemnya punya ponakan (hayah)
Setelah itu, ambil sedikit Tack It sesuai kebutuhan dan bulatkan kecil. Tempelkan di balik kertas atau benda yang hendak ditempel. Sebaiknya, lapisi kertas yang akan ditempel tac dengan isolasi. Setelah itu, tempelkan di papan dengan cara menekan bagian yang ada Tack It-nya. Apabila sudah tidak akan digunakan lagi, ambil Tack It dan kumpulkan dengan Tack It lain yang sudah digunakan.

Berapa harganya?
Murah bingitz.. Yang saya beli harganya sekitar 14 ribu per pack, isi 6 baris dan tiap baris terdiri dari 18 kotak. Karena saya tipe irit, jadi satu kotak saya gunakan untuk banyak kartu, hehe 

Beberapa kali sharing dengan guru bahasa Inggris di sekolah lain, saya jadi tahu bahwa Tack It ini sungguh sangat menyedihkan keberadaannya. Tak banyak yang tahu dan memanfaatkan benda ini di kalangan sekolah. Padahal banyak gunanya banget lho, nggak cuma untuk mengenalkan gambar dan kosa kata saja, tapi bisa juga digunakan untuk pengenalan susunan kalimat. Lain kali akan saya post salah satu contoh permainan menggunakan tac ini. Nggak hanya di kelas, saya juga menggunakannya di English Club ato sekedar les private biasa lho.

Mengajar tanpa media (apapun bentuknya) itu bagai memasak sayur tanpa garam, hambaaaar.. dan nggak ada istimewanya sama sekali. Iya kan?

Semoga sharing kali ini berguna bagi yang membutuhkan, terutama para guru Bahasa Inggris yang mau susah payah mengajar dengan bantuan media. Semangat ya bapak ibu guru 

Sabtu, 10 Agustus 2013

Jangan Jadi Guru yang Money Oriented

Bekerja di sekolah itu pilihan. 
Pilihan untuk mengabdikan hidupnya demi mencerdaskan anak bangsa. Memilih untuk menguras tenaga dan pikirannya demi kepentingan anak-anak yang bahkan bukan hanya anaknya sendiri. Tidak salah jika banyak yang menggunakan istilah "pahlawan" untuk menyebut guru. Bukan karena guru menjadi penolong di setiap kesulitan, tapi karena guru layaknya pahlawan dalam perang yang berjuang agar masyarakat menjadi lebih cerdas dan beradab guna melawan kebodohan yang menyengsarakan.

Selayaknya pahlawan, guru sewajarnya ikhlas dan tidak mengharap pamrih apapun untuk tugasnya. Namun, pemerintah dan sekolah memiliki cara masing-masing untuk menghargai jasa guru. Bahkan seorang guru private pun diberikan penghargaan oleh orang tua wali berupa gaji. Seperti yang sudah diketahui khalayak umum, gaji seorang guru tidak seberapa dibanding gaji pegawai behind the desk. Bahkan rata-rata gaji seorang guru tidak tetap (non - PNS) cuma 10-50% gaji guru PNS. Dengan gaji yang dibilang pas-pas an ini, seorang guru masih tetap semangat mengajar para anak didiknya.

Sayangnya sebagian guru dan karyawan di sekolah masih menghitung "jasa" yang diberikannya dengan rupiah. Di sekolah negeri, pada umumnya, guru berlomba menghitung berapa jam dya mengajar di luar jam pelajaran, berapa lembar jawab yang telah di koreksi, berapa besar tenaga yang tercurah selama menjadi panitia suatu acara di sekolah. Kemudian, hitungan-hitungan itu dikalkulasikan dan di kurskan dalam bentuk rupiah. Sebagian guru dan karyawan menuntut hak mereka dengan tidak tahu malunya. Tanpa ampun menyindir ato bahkan mencecar bendahara sekolah yang belum mengucurkan uang lelahnya. Yah, seharusnya guru, karyawan dan bendahara sama-sama tahu lah. Ibaratnya keluarga miskin, tak mungkin kan kita meminta uang jajan sementara orang tua sedang pusing memikirkan cara menanak nasi tanpa beras. Tapi sebaliknya, ibarat keluarga kaya, tak mungkin pula orang tua membiarkan anaknya kelaparan sedangkan nasi lauk pauk tersedia di meja makan.

Di sekolah saya misalnya, dana BOS yang diterima benar-benar digunakan untuk menggaji guru/karyawan dan menutup kebutuhan siswa (let's say, fotokopi worksheet yang tiap guru menghabiskan 4 - 6 ribu per kelas per mata pelajaran). Lalu apa kabar dengan uang UKM (uang kebaktian murid) yang tiap bulan rutin dibayarkan siswa? Aah, jangan ditanyakan besarnya karena jumlahnya tak seberapa. Dana itu untuk membiayai kegiatan sekolah lain yang tidak tercover BOS. Murid-murid kami dari golongan menengah ke bawah. Maka ukm yang terkumpul tidak lebih banyak dari 6juta/bulan. Andai saja para guru ditempat kami menghitung waktu lembur, waktu mengkoreksi dan waktu les dengan hitungan pasti sesuai ketetapan pemerintah, maka sekolah kami mungkin akan jatuh miskin. Dari mana sekolah bisa membayar uang lelah itu? Tak mungkin sekolah membebankannya kepada murid-murid. Sedangkan tidak sedkit dari mereka yang menunggak ukm.

Beberapa kasus yang saya dengar, justru sekolah-sekolah berpotensi terjadi perpecahan antar guru. Siapakah biang keladinya? Tak lain tak bukan adalah "uang". Hanya karena uang dan gengsi, maka terciptalah gap antara GTT/PTT dan PNS di sekolah-sekolah tertentu. Ambillah contoh, saat guru GTT/PTT menerima tunjangan yang nilainya cuma 10% dari gaji PNS sebulan, maka akan terjadi perang dingin antara kedua grup tersebut hanya karena para GTT/PTT tidak berbagi dengan guru PNS. Lalu, apakah saat guru PNS menerima gaji ke-13 para GTT/PTT meminta bagian? Oh tidak.. Kami para GTT/PTT sudah terbiasa "nrimo". Benarkah "nrimo"?

Ambillah contoh saat saya bergabung di Grup Operator sekolah. Banyak info yang sangat membantu disana. Tapi suatu saat saya menemukan satu member di Grup itu (membernya either guru ato TU) yang mengupload file persetujuan guru untuk membayar operator. Oke, operator (termasuk saya) dibayar juga boleh karena memang ada juknisnya. Tapi mata saya terbelalak saat membaca isi draft persetujuan tersebut. Tak tanggung-tanggung, GTT wajib membayar 50rb dan PNS sebesar 200-250 ribu kepada operator. Kalo di sekolahku ada 5 PNS dan 17 GTT dan PTT, maka saya akan mendapatkan 1 juta 850 ribu rupiah sekali mengisi data. Gilak!!!

Saat itu, panas ada di ubun-ubun. Maka saya tanggapi statusnya dengan kritikan dan leave the page as soon as possible. Aku nggak habis pikir kenapa ada orang yang money oriented seperti itu. Tunjukkan loyalitas untuk sekolah dan jangan banyak menuntut. Sekolah bisa saja membayar jasanya (since my principal offered it too, but we refused it). Silahkan kalau sekolah atau PTK berkenan membayar jasa si operator. Tapi I never like begging the money for any reason. Mengemis itu bukan sifatku. For me, kalau tidak mau kerja dengan bayaran sedikit, simply leave your school, find another job! Never ever dream of earning much much much money in the school. We (baca: school teachers and staffs) suppose working at school for the sake of students' quality.

Jadi, anda termasuk guru atau staff  yang money oriented ato bukan?

Sabtu, 25 Mei 2013

Kelompok Kerja Guru, What is it for?

Setiap kali ada sms dan saat itu saya ada rapat KKG, recipient di seberang selalu membalas
"KKG ki opo, Ndunk?"

Aduh eneng.. ternyata yang namanya KKG itu nggak familiar ya? 
Well, KKG stands for Kelompok Kerja Guru (biasanya di tingkat SD) atau di tingkat sekolah menengah KKG ini lebih dikenal sebagai MGMP, Musyawarah Guru Mata Pelajaran. Yang intinya, di KKG dan MGMP, guru-guru mata pelajaran tertentu berkumpul secara rutin untuk membahas masalah krusial yang berhubungan dengan pembelajaran di kelas. Ini nih contoh salah satu acara di KKG Bahasa Inggris SD se-kecamatan Jetis yang saya ikuti. Kebetulan saya termasuk panitia inti dan alhamdulillah acaranya sukses. Anggota aktif dan pasif banyak yang datang. Ya iyalah, acaranya di rumah makan, hehe.. Kalo sedang sepi (ciah, kayak di warung), 10 orang saja nggak ada. menyedihkan deh 

Workshop sekaligus KKG Bahasa Inggris bersama Ibu Pengawas

Secara (istilah yang nggak pas ini sebenernya) saya guru bahasa Inggris, maka saya bergabung dengan KKG Bahasa Inggris SD. Ada lagi sih KKG gabungan se-gugus atau tingkat kelurahan yang terdiri dari 5 Sekolah Dasar. Para guru di 5 sekolah ini bertemu secara rutin 1 bulan 2 kali. Dulu saya pernah ikut karena himbauan dari pengawas. Tapi, saya disana banyak "mlongo"  karena rata-rata anggotanya guru kelas dan yang dibahas juga tentang kepentingan mereka. Jadi, saya absen saja dari KKG gugus ini.

Tinggalah KKG Bahasa Inggris saja yang saya ikuti secara aktif. Bukan pengurus, tapi saya berusaha untuk tetap datang. Nggak rugi lah karena bisa share and gain ilmu tentang pembelajaran di kelas Bahasa Inggris. Nggak bisa dipungkiri, saya sering kesusahan untuk menghandle muridku yang super, dan sedikit banyak para guru ini punya solusi yang bisa saya terapkan di kelas.

Kalau boleh jujur, saya agak bingung juga kenapa saya ikut KKG Bahasa Inggris ini. Di KKG, materi yang dibahas adalah materi untuk SD Negeri. Sedangkan SD-ku ini Sekolah swasta yang punya materi jauuuuuh beda dari sekolah negeri. Nggak ngerti juga kenapa materi bahasa Inggris di SD Negeri dan SD Swasta nggak disamakan saja. Ya sutralah, skip it 

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton iklan edukasi tentang pentingnya MGMP. Iklannya bagus, membangkitkan semangatku untuk selalu ikut KKG. Kalo dipikir-pikir, iya juga sih. Lingkungan Sosialku sekarang lingkungan sekolah, antar sekolah dan dinas pendidikan. Kalau tidak begini, mungkin saya terkungkung di sekolah dan hanya kenal dengan guru di sekolahku saja. Berkat KKG, saya jadi lebih kenal banyak guru di sekolah lain. Bahkan kepala UPT dan pengawas kecamatan jadi mengenalku.

Di tempat lain, banyak teman-teman yang juga guru memilih tidak aktif di KKG atau MGMP. Nggak salah sih, karena mengikuti KKG atau tidak itu pilihan. Mungkin mereka punya pertimbangan lain sehingga mereka enggan ikut KKG atau MGMP. Menurutku, agak rugi kalo melewatkan kesempatan untuk bergaul dengan sesama guru. Bisa jadi, informasi dari dinas yang sekiranya mouth to mouth tidak sampai di telinga kita. Ambillah contoh tentang format RPP. Setiap tahun, format RPP ini selalu ada saja yang berubah dan tiap pengawas punya format RPP yang menurut dia qualified. Entah itu susunan Indikator dan Tujuan Pembelajaran yang dipindah-pindah, atau justru tentang Nilai Karakter Kebangsaan yang wajib muncul di tiap RPP. Kalau saja sekolah tempat mengajar tidak kooperatif untuk berbagi info, siapa coba yang mau memberitahu kita kalau bukan teman guru di KKG?

Yang paling sering terjadi sih, guru selalu kebingungan untuk mencari file RPP yang sesuai dengan mata pelajaran yang di ampunya. Lucky us saya dan teman-teman KKG punya file administrasi Bahasa Inggris SD yang lumayan lengkap. Mulai dari Silabus, KKM, Prosem, Prota bahkan Aplikasi Analisis butir soal pun ada. Kami biasa berbagi file pada sesama anggota KKG yang aktif. Saya tidak keberatan berbagi file pada anggota-anggota pasif, tapi teman yang lain sering tidak rela membaginya. Resiko ditanggung anggota pasif itu sendiri sih.

Last but not least, yang nggak rajin berangkat KKG, niatkan saja untuk ibadah menyambung silaturahim. Banyak info dan ilmu yang didapat, bonusnya, bisa bernafas lega karena tiap menjelang akreditasi atau lomba gugus, tidak perlu repot browsing dan mendownload file administrasi guru. Ya tho? ya tho?   


Jumat, 17 Mei 2013

English Part 2 (Media)

I was a bit disappointed when some teacher trainees at school taught my kids with no media or worksheet. How could they do that, while I who have been teaching for eight years always prepare the media and worksheets. It's not about their confident in teaching children, but they have to deliver the teaching in an understandable way. 

Then, it comes from my intention to download English worksheets as many  as possible. I cannot teach children without any preparation. Unlike senior teachers, I never sleep early since I have  to plan what I am going to teach, including printing and copying the worksheets. The worksheets are good, but some words are away too difficult for my students. Therefore, I adjust them and collect them into different folders. Whenever  I need, I can open the file and simply print it. I believe it helps me from wasting the time. For the information, I like arranging the folders into good order so that I can find the material I need easily and efficiently.

I guess it is the right place for me to post the media or worksheets I have been written or created. I adopt mine from many sources such as http://busyteacher.orghttp://www.mes-english.com, http://e-classroom.co.za and many more. Hey, it's free to download them 


The disk

Worksheet

Senin, 11 Maret 2013

I Wear Sweater on Cold Day

I know English may be eliminated from the Elementary School. However, I'm still happy teaching those kids especially when they come to me asking for another class. It seems that they like the way I teach. Errrr... To be honest, I believe they just like being in the English class not the teaching 

This night, I have just finished writing an English RPP. This may be (maybe ) useful for the teacher who is gonna teach the 5th graders. Perhaps, this writing would not be used officially in school. It is not that good; however, I or someone else maybe like to use it  whenever he/she finds a dead-end idea.  No body knows 

A brief of what I have written...


RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)



Kelas/Semester : V/II
Ketrampilan      : Membaca
Topik               : I Wear Sweater on Cold Day
Alokasi Waktu : 2 JP (2x35 menit)

Standar Kompetensi : Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks sekolah
Kompetensi dasar      : Memahami kalimat, pesan tertulis dan teks deskriptif bergambar sangat sederhana secara tepat dan berterima.

Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat membaca teks deskripsi dan memahami isi teks dengan cermat dan teliti.

Indikator

1. Siswa mampu membaca teks deskriptif dengan lafal yang benar.
2. Siswa mampu mengartikan kalimat dalam teks percakapan.
3. Siwa mampu menjawab pertanyaan seputar isi teks.

Materi Pembelajaran
This Monday, the weather is sunny. Suki goes to Parangtritis beach. He wears shorts and sunglasses. He also wears sandals. “It is very hot and windy”, says Suki.


To download the complete version of this RPP, please get it on My Scribd Collection.
See ya in the next post   

Sabtu, 23 Februari 2013

English Things Part 1

Akhir-akhir ini aku agak pusing kalau mengajar di kelas 1. Sebenarnya mereka bisa diajak kerjasama tapi aku nggak tahu apa yang membuat anak-anak itu begitu heboh. Sejak dari mulai pelajaran (jam 7 a.m.) sampai selesai (jam 8.10 a.m.) bocah-bocah itu nggak bisa tenang. Kadang lari-larian di depan kelas, main bola antar bangku, menyanyi "paduan suara" sekelas, pokoknya ada saja ide mereka untuk bersenang-senang. Kenapa aku bilang bersenang-senang? Karena mereka ini sedang beradaptasi merubah kebiasaan belajar sambil bersenang semasa di TK menjadi belajar menyenangkan di SD. Beda lho bersenang-senang dengan menyenangkan 

Setelah muter otak guling kanan guling kiri, aku menemukan 1 worksheet yang belum pernah aku berikan ke anak-anak. Media ini banyak dijual di toko-toko buku, tapi kalau anak-anak bisa membuatnya sendiri, bukankah itu lebih bagus? Disk ini terinspirasi dari e-classroom dan contoh diprint dari web ini. Nyontek bahasa lugasnya, tapi file selanjutnya murni aku buat ulang via Corel Draw lho   batting eyelashes




  • English Disk
Media pertama yang aku buat adalah English Disk. Berbentuk 2 disk yang digabungkan dengan kancing sehingga bagian atas bisa diputar ke kanan ato ke kiri, you choose it lah. Topik yang aku pilih adalah pets, tapi disk transportation untuk kelas 2 ikut ke-upload juga, maap. Kalo ada yang berminat, you can download the Disks for free on scribd.
  1. At first, cetak disk dari file pdf di atas.
  2. Mintalah anak untuk mewarnai disk tersebut.
  3. Gunting disk mengikuti garis titik-titik.
  4. Satukan disk 1 dan disk 2, dengan letak disk 1 berada di bawah disk 2.
  5. Gunakan jarum untuk membuat lubang di tengah disk.
  6. Pasang kancingnya.
  7. Mainkan disk dengan memutar disk ke kanan dan ke kiri.
  • English Wordsearch
Nggak lucu kan kalo kegiatan kelas cuma membuat disk saja. Sebagai pendamping dan dalam rangka mengajari mereka memanfaatkan disk, anak-anak diberikan teka teki. Disini mereka harus mencari kata yang sesuai dengan disk tersebut. Yang ini sih, anak-anak pasti suka. Jadi silahkan, feel free to download Pets Wordsearch.

Well, this is the end of the first part of English Thing. See you in the next part wave

Rabu, 21 November 2012

May I Borrow Your Blue Pen?

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran             :  Bahasa Inggris
Kelas/Semester             :  IV/II
Ketrampilan                  :  Membaca
Topik                             :  May I borrow your blue pen?
Alokasi Waktu               :  2 JP (2x35 menit)


Standar Kompetensi   : Memahami tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas
Kompetensi dasar       : Membaca nyaring dengan ucapan yang tepat dan berterima yang melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana

A.       Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat membaca teks percakapan dengan intonasi yang benar dan  memahami isi percakapan secara cermat dan percaya diri.

B.        Indikator
             1.     Siswa mampu membaca teks percakapan dengan lafal yang benar.
             2.     Siswa mampu mengartikan kalimat dalam teks percakapan.
             3.     Siwa mampu menjawab  pertanyaan seputar isi teks.

Selasa, 20 November 2012

May I Borrow Your Blue Pen (Part 2)



RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran             :  Bahasa Inggris
Kelas/Semester             :  IV/II
Ketrampilan                  :  Menulis
Topik                             :  May I borrow your blue pen?
Alokasi Waktu               :  2 JP (2x35 menit)


Standar Kompetensi   : Mengeja dan menyalin tulisan bahasa Inggris sangat sederhana dalam konteks kelas
Kompetensi dasar       : Mengeja ujaran bahasa Inggris sangat sederhana secara tepat dan berterima dengan tanda baca yang benar yang melibatkan: kata, frasa, dan kalimat sangat sederhana

A.       Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat mengeja ujaran dan melengkapi dialog meminta/memberi barang dengan cermat dan teliti.

B.        Indikator
             1.     Siswa mampu mengurutkan kata menjadi kalimat yang benar.
             2.     Siswa mampu mengurutkan ungkapan kalimat meminta dan memberi barang menjadi susunan dialog yang benar.
             3.     Siswa mampu mengisi dialog rumpang mengenai meminta/memberi barang.

Sabtu, 01 September 2012

May I Wash My hands?

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)


Mata Pelajaran : Bahasa Inggris
Kelas/Semester : IV/II
Ketrampilan : Mendengarkan
Topik : May I wash my hands?
Alokasi Waktu : 2 JP (2x35 menit)

Standar Kompetensi : Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks kelas.
Kompetensi dasar : Merespon instruksi sangat sederhana secara verbal.

A. Tujuan Pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat menjawab instruksi secara lisan dengan tetap menghargai orang lain.

B. Indikator
1. Siswa mampu mendengar jenis-jenis instruksi dan ungkapan/respon verbal.
2. Siswa mampu menirukan instruksi verbal.
3. Siswa mampu menjawab instruksi secara lisan.

C. Model text

A : Wash your hand!
B : Ok.

A : Close the door!
B : Yes, please.

D. Materi PembelajaranUngkapan yang akan digunakan
· Wash my hand
· Close the door
· Open the door
· Throw the garbage
· Go out
· Go to the bathroom
· Come in

E. Metode Pembelajaran
TPR (Total Physical Response)

F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1. Pre-teaching
· Guru menyapa dan mengecek presensi siswa.
· Guru memotivasi
2. Whilst-teacing 
Presentation
· Guru memperdengarkan jenis-jenis instruksi dan respon verbalnya di dalam kelas. (Task 1)
· Siswa menirukan ucapan guru dan merespon dengan tindakan dan ucapan.
· Siswa dan guru bermain “Simon says”. (Task 2)
· Siswa mendapatkan kartu bergambar tentang instruksi di dalam kelas.
· Siswa secara berpasangan bermain peran memperdengarkan instruksi dan meresponnya secara verbal. (Task 3)

3. Post Teaching
· Guru memberikan feedback.
· Guru menyimpulkan materi yang telah dipelajari.

G. Sumber Belajar
1. Gambar (unduhan dari http://www.mes-english.com dan google.com)
2. Let’s Make Friend with English for Elementary School Grade 4 oleh Bambang Sugeng. 2007. Penerbit: Esis

H. Penilaian
1. Instrumen : 
a. Teknik : Proses dan Unjuk kerja
b. Bentuk : Role play
2. Penilaian : 
a. Teknik : Rubrik
b. Nilai maksimal : 100
c. Nilai : (Skor perolehan)/ (Skor maksimal) x 100


PS: Gemes deh gambarnya nggak bisa ikut dicopy. masak iya di upload atu-atu
      ButHey... I'm on Scribd. I'll give you the link soon

Senin, 26 Maret 2012

Private Course


    Sebagian mahasiswa/i (pada jamannya) suka promosi private course independent atau ke bimbel. Kalau beruntung, nggak perlu promosi juga sudah pada datang sendiri tawaran lesnya. Tujuan mereka menerima tawaran les bisa dipastikan untuk nambah uang saku atau lebih jujur lagi untuk membiayai hidupnya. Yah, gak tau ya alasan pastinya. Aku agak nggak mau tahu, takut dikira ikut campur :D


     Saat jadi mahasiswi (dulu), aku pasti mikir-mikir kalau disuruh kasih les privat. Secara aku selalu kesulitan membagi waktu (antara skripsi, kerjaan di sekolah atau les). Kalau nambah kerjaan les, pasti capeknya minta ampun, waktu luang jadi berkurang. Itu pikiraanku pada saat itu. Sampai pada suatu saat sewaktu menghadiri nikahan temen, kakak dari temenku itu memintaku jadi guru les privat untuk putranya yang masih SD. 
     Waduh, aku sudah merasa nggak punya waktu  (waktu tidur siang atau pun waktu maen, hahaha), tapi kok bingung cara menolaknya. Namun, pada akhirnya aku terima juga tawarannya. Lumayan dapat tambahan duit (hihihi). Lama kelamaan makin nambah murid lesku. Semuanya bukan karena aku yang promosi, tapi karena ada yang nawarin. Ya itu tadi, karena sifatku yang nggak enak untuk menolak, aku terimalah tawaran nge-les privat. Tiap Senin-Kamis  (cuma berani nge-les 1 org/hari) bisa dipastikan pulang sekolah aku nggak bisa kemana-mana. Sibuk menyiapkan materi les dan nggak tenang kalau pergi-pergi 1 jam sebelum waktu les. Nggak enak kalau datang ke TKP tanpa persiapan apalagi kalau sampe telat. Ah, lagi-lagi perasaan nggak enak yang muncul. Sampai-sampai aku berpikir, aku nge-les ini lebih karena "NGGAK ENAK" menolak daripada mikirin duit yang akan aku dapat. 
     Kalau mikirin fee-nya, kira-kira 4 hr x Rp. 25.000 = Rp. 100.000 x 4 minggu = Rp. 400.000. Wew, lumayan banget nih, bisa melebihi gajiku selama 1 bulan (hahaha). Tapi kok aku sering bikin alesan segudang kalau lagi males les ya, hmmm... 
   Terus, motivasiku nge-les ini sebener e apa ya. Maunya sih motivasi ne "karena ibadah". Kayak yang pak ustad bilang itu (hehe). Tapi kan hati orang siapa yang tahu, dan hatiku, cuma aku yang tahu, ckckckck...

Sabtu, 17 Maret 2012

RPP Bahasa Inggris (vegetable)

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran         :    Bahasa Inggris
Kelas/Semester        :    V/I
Ketrampilan              :    Menulis
Topik                         :    In the School Garden
Alokasi Waktu           :    2 JP (2x35’)


Standar Kompetensi :  Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana dalam konteks
                                       sekitar peserta  didik
Kompetensi dasar    :  Menulis teks fungsional pendek sangat sederhana secara berterima
A.   Tujuan pembelajaran
Siswa dapat menulis teks sederhana tentang vegetable berdasarkan gambar secara cermat dan teliti

B.    Indikator              
·      Siswa mampu menyebutkan kosakata vegetable sesuai dengan gambar
·      Siswa mampu menulis kosakata vegetable sesuai dengan gambar
·      Siswa mampu mengidentifikasi informasi berdasarkan gambar
·      Siswa mampu mendeskripsikan vegetable dengan kalimat sangat sederhana

RPP Bahasa Inggris (profession)

RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran            :  Bahasa Inggris
Kelas/Semester           :  VI/I
Ketrampilan                 :  Speaking
Topik                            :  Occupation
Alokasi Waktu              :  2 JP (2x35 menit)


Standar Kompetensi: Mengungkapkan instruksi dan informasi sangat sederhana dalam 
                                     konteks  sekitar peserta didik
Kompetensi dasar : Bercakap cakap untuk meminta atau memberi informasi secara berterima yang melibatkan tindak tutur mengungkapkan perasaan, merespon ungkapan, mengungkapkan keraguan, menanyakan dan meminta kejelasan.

A.   Tujuan pembelajaran
Pada akhir pembelajaran, siswa dapat melakukan percakapan untuk meminta dan memberi informasi tentang profesi secara sopan satun.

B.   Indikator
  •   Siswa mampu mengidentifikasi vocabulary tentang profesi.
  •   Siswa mampu melafalkan vocabulary tentang profesi dengan tepat.
  •   Siwa mampu menggunakan kalimat tanya tentang profesi dengan benar dan tepat.
  •   Siswa mampu merespon pertanyaan teman dengan benar dan tepat.

RPP Bahasa Inggris (instruction)

Saat mengikuti Diklat Profesi Guru tahun 2011 kemarin, saya baru tahu kalau RPP yang saya buat selama ini sudah out of date. Formatnya beda dengan format yang diberikan pengawas di sekolahku. Yah, karena lingkungan kerja lebih sering bergaul dengan para pengawas, jadi format yang ini mungkin tidak sesuai dengan harapan pengawas. Tapi ini sudah resmi di pakai di universitas-universitas kependidikan lho pak, bu pengawas...

 contoh:
RENCANA PELAKSANAN PEMBELAJARAN (RPP)

Mata Pelajaran         :    Bahasa Inggris
Kelas/Semester       :    IV/ II
Ketrampilan             :    Mendengarkan
Topik                       :    In the Class
Alokasi Waktu         :    2 JP (2x35 menit)


Standar Kompetensi   :  Memahami instruksi sangat sederhana dengan tindakan dalam konteks kelas
Kompetensi dasar       :  Merespon dengan melakukan tindakan sesuai instruksi secara berterima dalam konteks kelas

A.    Tujuan pembelajaran
Di akhir pembelajaran, siswa dapat melakukan instruksi sederhana di dalam kelas dengan tindakan secara berani dan percaya diri.

B.     Indikator              
1.    Siswa mampu mengenali kalimat instruksi.
2.    Siswa mampu melakukan tindakan sesuai dengan perintah guru.
3.    Siswa mampu menjawab ungkapan classroom instruction sesuai dengan gambar.

Jumat, 16 Maret 2012

Karya Ilmiah


Permainan
scrabble sebagai Sarana Pembelajaran Kosa Kata Bahasa Inggris

Abstrak
Artikel ini membahas tentang pentingnya pembelajaran kosa kata, masalah yang dihadapi siswa dan manfaat scrabble untuk meningkatkan pembelajaran kosa kata siswa. Selain itu, akan di bahas juga tentang definisi permainan scrable.

Key Term  : kosakata, media, scrabble

Pendahuluan
Manusia bisa berkomunikasi tanpa tahu struktur bahasa, tapi mereka tidak akan bisa berkomunikasi tanpa tahu kosakata. Maka, untuk bisa berkomunikasi manusia harus lebih dulu menguasai kosa katanya. Hal ini menunjukkan bahwa kosakata sangat penting dipelajari bila hendak mempelajari bahasa sebagai sarana komunikasi.
Dalam pembelajaran kosa kata terutama kosakata bahasa Inggris, cara yang paling mudah diterapkan pada siswa adalah penggunaan media. Media yang bisa digunakan banyak jenis dan macamnya. Dari yang sederhana sampai yang yang canggih. Ada yang di buat sendiri, ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan, ada yang sengaja dirancang seperti media yang berbasasis komputer.
Sayangnya, kebanyakan siswa belum menggunakan media dalam mempelajari kosakata bahasa Inggris. Siswa tidak tahu media apa saja yang bisa digunakan dalam pembelajaran bahasa sekaligus media yang bagaimana yang efektif digunakan sebagai media pembelajaran kosakata. Siswa perlu dibimbing guru sehingga dapat memanfaatkan media pembelajaran kosakata secara maksimal.
Salah satu media yang efektif digunakan dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris adalah permainan scrabble. Ada tiga alasan mengapa scrabble bisa digunakan sebagai media pembelajaran kosakata.
Pembahasan
            Scrabble adalah permainan menyusun kata yang dimainkan 2 atau 4 orang yang mengumpulkan poin berdasarkan nilai kata yang dibentuk dari kepingan huruf di atas papan permainan berkotak-kotak. Kata yang mendapat nilai adalah kata yang diizinkan dalam kamus standar. Permainan scrabble ini sering dimainkan untuk melatih dan mengasah kosakata, terutama kosakata bahasa Inggris. Bagi siswa, permainan ini sangat dianjurkan sebab karakteristik siswa dan karakteristik permainan scrabble yang saling mendukung, juga karena variasi media seperti scrabble sangat dibutuhkan dalam pembelajaran kosakata.
Karakteristik siswa yang tetap memiliki sifat dasar anak-anak adalah cenderung suka bermain dan bergembira. Keingintahuannya terhadap segala sesuatu yang baru sangat tinggi. Maka dalam kegiatan belajar, guru senantiasa harus kreatif dalam mempersiapkan proses pembelajaran dengan tetap mengingat bakat dan karakteristik siswa. Pengaruhnya, siswa akan senang mengikuti proses pembelajaran, dan tujuan pembelajaran pun tercapai.
Alasan yang kedua mengapa scrabble digunakan dalam media pembelajaran adalah karena karakteristik permainan ini sendiri. Karakteristik permainan scrabble yang sederhana menimbulkan kegembiraan tersendiri pada diri siswa. Hal ini dikarenakan permainan adalah bagian  mutlak dari kehidupan anak dan merupakan bagian integral dari proses pembentukan kepribadian anak. Ada kecenderungan bahwa siswa memiliki ambisi untuk selalu memenangkan permainan. Siswa yang memiliki karakteristik suka bermain, mau tidak mau akan merasa tertantang untuk terus mengembangkan penguasaan kosakata bahasa Inggrisnya. Secara tidak  langsung, siswa akan menyadari bahwa kosakata sangat penting dipelajari. Pada akhirnya, mereka tidak akan tergantung pada guru dan bisa mempelajari kosakata bahasa Inggris secara mandiri.
Alasan yang terakhir adalah  karena variasi media dalam pembelajaran kosakata bahasa Inggris sangat dibutuhkan siswa. Di sekolah, media bagi guru berkedudukan sebagai alat bantu mengajar. Sedangkan bagi siswa, media membangkitkan motivasi, minat dan rangsangan bagi siswa untuk belajar. Penggunaan media yang bervariasi akan membuat siswa lebih banyak melakukan aktifitas belajar seperti mengamati, melakukan dan mendemonstrasikan apa yang baru saja dipelajari. Dengan media permainan scrabble ini siswa akan mengamati kosakata apa saja yang bisa disusun dan akan menyusun kosakata yang sama di lain waktu. Siswa akan mencari tahu arti dan penggunaan kosakata tersebut sehingga penguasaan kosakata bahasa Inggrisnya akan meningkat secara tidak disadari.

Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa permainan scrabble efektif digunakan dalam pembelajaran kosakata karena karakteristik siswa yang suka  bermain, karakteristik permainan scrabble, dan juga karena variasi media sangat dibutuhkan siswa. Karena itulah media sangat dibutuhkan sebagai sarana pembelajaran kosakata bahasa Inggris.


Referensi
Diamond, L. and Gutlhon, L. 2006. Teaching Vocabulary. http://www.readingrockets.org/article/9943. diunduh pada 17 Juni 2008
Harmer, J. 2001. The Practice of English Language Teaching. England: Longman
Ismail, Andang. 2009. Education Games. Yogyakarta: ProU Media.
Krishannanto, Dedy. 2009. Penggunaan Media Sumber Belajar dalam Proses Belajar Mengajar. http://techonly13.wordpress.com/2009/09/11/penggunaan-media-sumber-belajar-dalam-proses-belajar-mengajar/. Diunduh pada 17 Maret 2010
http://id.wikipedia.org/wiki/Scrabble. Diunduh pada 18 Agustus 2011
http://www.gamehouse.com. Diunduh pada 18 Agustus 2011
 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon