Selasa, 27 Agustus 2013

Handmade - Kalep Jam tangan

Jam tangankuhhhh..............

Aku menjerit dalam hati, eh salah, beneran menjerit (tapi jeritan tertahan) saat tali jamku copot sebelah. Ini satu-satunya jam tangan yang tahan air, dan satu-satunya jam tangan pemberian. Yak, betul. Ini pemberian dari istri guruku yang abstrak tesisnya aku translate.

Jam tangan ini, kata Indri, kalepnya susah dicari. Kalaupun ada, kalepnya asli dengan harga 75 ribu ke atas. Mahal? Iya lah, biasanya beli kalep nggak lebih dari 25ribu euy. Bener-bener dilema deh. Jam tangannya masih bagus, tapi belum rela beli kalep  mahal, hehe.. *pelit dot com 

Setelah beberapa lama teronggok di kamar, akhirnya suatu hari terlintas di pikiranku untuk membuat handmade watch strap. Kan lagi model tuh, strap yang bisa di gonta ganti sesuai warna baju. Jadi, kenapa nggak aku tiru juga?! Perca kain batik di rumah ada banyak, jadi bisa bikin beberapa motif dan tinggal comot strap yang motifnya sama dengan motif bajuku 

So, here is the story...... (Yeah, I like the word "story")
Material
Bahan yang digunakan:
# 2 Kain keras  (masing-masing berukuran 1,3 x 20 cm)
# 1 Kain batik 4 x 22,5 cm
# 1 Kain keras 0,7 x 4,5 cm untuk sabuk kalep eh, apa ya istilahnya?? )
# 1 Kain batik 1,7 x 6 cm
# 2 Gantungan Metal (atau kepala jam)
# Benang jahit

Alat:
# Jarum jahit
# Setrika

My Handmade Batik Strap
Langkah-langkah:
1.  Ambil kain batik lipat 1 sisi ke dalam untuk tempat menjahit, kemudian setrika.
2.  Letakkan kain keras di tengah kain.
3.  Bungkus kain keras dengan kain batik, dengan sisi lipatan di atas.
4.  Atur dan setrika kain hingga terlihat rapi.
5.  Jahit sisi lipatan kain dengan teknik tusuk jelujur.
6.  Pasang gantungan metal di ujung satunya.
7   Lakukan hal yang sama untuk sabuk kalep.
8.  Jahit ujung-ujungnya hingga terbentuk lingkaran.
9.  Selesai

Sudah nggak sabar pengen "nganyari" jam tanganku, aye....... 

Photoshop dan Penjaga Rental

Suatu hari Selasa yang terik minta ampun, aku dan Indri berkelana mencari kios  percetakan foto.  

What's the story behind? 
Kami   sedang, eh, akan mengurus SKCK dan diharuskan membawa foto 4x6 dengan background merah. Sebenarnya kami sudah dengan pede-nya datang ke Polsek dengan membawa foto ber-background biru, tapi sukses ditolak, hahaha.. 

Untung kami sudah sedia payung sebelum hujan, membawa file foto meski masih backgroudnya biru. Tak perlu berlama-lama, kami segera meluncur ke rental komputer tak jauh dari Polsek. Di kios dengan  papan bertulis B*LA KOMPUTER dan CETAK FOTO DIGITAL kami melangkah masuk. 

Indri      : "Mas, mau cetak foto"
Penjaga : "Oh, iya mbak. Mana filenya?"
Indri      : "Ini. Tapi backgroundnya masih biru, diganti merah ya."
Penjaga : "Aduh, saya gak bisa kalo suruh ganti background"

Gubrakkkkk
Itu gubrak yang pertama ternyata.
Rasanya pengen bilang sama si mas penjaga rental
"Ngapain pasang papan CETAK FOTO kalo ngedit foto aja gak bisa?!"

Untung kami cukup sabar dan sopan untuk menahan emosi, halah.. 
Oh iya, dan untung kami terbiasa bergaul dengan Photoshop dan CorelDraw, hehe

Nah, ternyata cerita masih berlanjut. Saat Indri mulai mengedit foto dan memindahkannya di Corel untuk kemudian di bentuk sesuai ukuran 4x6, si mas penjaga rental berkata
Penjaga : "Kok pake Corel?"
Indri      : "Lha emangnya pake apa?"
Penjaga : "Biasanya aku pake Word mbak"

Gubrakkkk
Ini dya gubrak keduanya.
Aku dan Indri saling pandang-pandangan. Terus gimana cara mengatur ukuran pas fotonya dong? Masak iya fotonya ditarik ke kanan kiri. Bisa tiba-tiba chubby dong pipiku . Ah, manual sekali si mas ini. Kemudian Indri kembali menatap layar PC.  
"Yo sik yo mas, tak lakukan sesuai caraku wae. Aku biasane pake Corel"

Our opinion, at the end, kayaknya si mas penjaga rental bener-bener cuma bisa ngetik dan ngeprint foto pake Word. In other words, dya cuma bisa pake Word (apaseh). Hmmm.... 

Belajar Photoshop dan Corel itu gak sulit lho. Aku bisa men-touch up foto dengan Photoshop dan mem-power clip foto di Corel hanya dengan belajar dari Internet. Coba deh tanya pada mbah gugel, semua pelajaran dari bercocok tanam sampe bergaul dengan PC semuanya ada disana. What more you need? Tinggal ketik dan tadaaaaaa.. Silahkan pilih link yang kamu suka. Dengan catatan, nggak ada kata MALES untuk belajar.

If you have no time to surf, intip nih cara singkat mengganti background foto. Contohnya sengaja bukan pasfotoku 
1.  Buka foto dengan Adobe Photoshop
2.  Double klik file Background di pojok kanan bawah,
     Ketika muncul New Layer, klik OK
 
3.  Pilih Magic Wand di toolbar sebelah kanan atas. Klik di area background.
 
 4.  Pilih Paint Bucket dan warna yang diinginkan. Klik di area background.

5.  Selesai....

Mudah bukan? Ini  baru cara singkat lho, jadi jangan langsung buka kios Cetak Foto kalo cuma bisa mengganti background foto. Masih ada banyak cara untuk mengedit foto atau mengatur foto agar bisa di cetak se-ukuran pas foto.  Yah, pokoknya keep learning ya 

Jumat, 23 Agustus 2013

From Sprei to Gorden


Sudah lama sebenarnya pengen punya gorden untuk menutup jendela di ruang tamu. Bentuk jendela yang panjang dan berjejer membuat ruang tamu seperti aquarium. Niatnya pengen bikin gorden sendiri dengan warna yang sesuai dengan cat tembok. Setelah mengukur bingkai jendela, maka meluncurlah ke toko kain. Eh tapi, setelah sampai di lokasi, sambil memegang hape as kalkulator, kok ya eman-eman punya kain bagus buat dijadikan gorden. Maka saat ada papan bertulis "SPREI 12.000", aku iseng memilah milih sprei yang kira-kira bisa dijadikan gorden .

Atas bantuan SPG, pulanglah aku dengan membawa kain seprei selebar 2 meter sepanjang 4 meter dengan harga 48 rebu saja. Tentunya saat si SPG bertanya "kok banyak amat mbak? Sekalian sarung bantal sama gulingnya ya?", aku hanya senyum-senyum. Tentulah, masak iya aku jawab "bukan, buat gorden mbak". Malu dooooong...

 That was the history, and here's the story.
Membuat gorden cukup simple, apalagi kalau jendelanya memiliki bentuk pasti, semisal persegi atau persegi panjang. Untuk gorden jendela ukuran kira-kira 85 cm x 143 cm, aku cukup memotong kain dengan 100 cm x 150 cm.Tepian kain dilipat seperlunya kemudian ditambahkan tali berperekat (velcro) dibagian atasnya. Setiap 1 piece gorden, diperlukan 5 tali dan 5 pieces velcro
The making of "Gorden"
Begini nih bentuk jendela before dan after dihias dengan gorden. Rel gorden menggunakan sisa rel jaman bahuleak.
The New Look
Setelah gorden terpasang rapi, kain seprei tersisa 50cm x 3,5m (note: setelah dipotong untung tali). Sayang kalau sisa kain dibuang. Tapi, karena motifnya beda sangat dengan motif yang digorden jadi tidak bisa dipakai untuk hiasan gorden. Setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya punya rok dari bahan sprei 
Dan jadilah tiga rok pendek berkolor di pinggang dengan ukuran berbeda: 1 dewasa (untukku), 1 ukuran anak SD (untuk Fia), dan 1 ukuran anak TK (untuk Naura). Demi kenyamanan bersama, hanya foto Naura yang layak dipajang, hehehe 
Preman berhati cengeng nih
Maafkan atas ketidaksiapan foto model, baik penampilan maupun expresinya. Tadinya aku dan Naura foto berdua dengan rok yang kembar. Tapi, sepertinya hanya Naura yang lulus sensor, hihihi 

Eits, what did I do?!
Niatnya kan mau memajang from sprei to gorden-ku. Kok malah jadi curcol. 
In conclusion, membuat gorden bisa dengan kain apa saja. Tinggal pinter2nya (oh, jadi aku pinter ya?) si tukang jahit memilih motif kain  saja. Sekian dan see ya..  


Sabtu, 10 Agustus 2013

Jangan Jadi Guru yang Money Oriented

Bekerja di sekolah itu pilihan. 
Pilihan untuk mengabdikan hidupnya demi mencerdaskan anak bangsa. Memilih untuk menguras tenaga dan pikirannya demi kepentingan anak-anak yang bahkan bukan hanya anaknya sendiri. Tidak salah jika banyak yang menggunakan istilah "pahlawan" untuk menyebut guru. Bukan karena guru menjadi penolong di setiap kesulitan, tapi karena guru layaknya pahlawan dalam perang yang berjuang agar masyarakat menjadi lebih cerdas dan beradab guna melawan kebodohan yang menyengsarakan.

Selayaknya pahlawan, guru sewajarnya ikhlas dan tidak mengharap pamrih apapun untuk tugasnya. Namun, pemerintah dan sekolah memiliki cara masing-masing untuk menghargai jasa guru. Bahkan seorang guru private pun diberikan penghargaan oleh orang tua wali berupa gaji. Seperti yang sudah diketahui khalayak umum, gaji seorang guru tidak seberapa dibanding gaji pegawai behind the desk. Bahkan rata-rata gaji seorang guru tidak tetap (non - PNS) cuma 10-50% gaji guru PNS. Dengan gaji yang dibilang pas-pas an ini, seorang guru masih tetap semangat mengajar para anak didiknya.

Sayangnya sebagian guru dan karyawan di sekolah masih menghitung "jasa" yang diberikannya dengan rupiah. Di sekolah negeri, pada umumnya, guru berlomba menghitung berapa jam dya mengajar di luar jam pelajaran, berapa lembar jawab yang telah di koreksi, berapa besar tenaga yang tercurah selama menjadi panitia suatu acara di sekolah. Kemudian, hitungan-hitungan itu dikalkulasikan dan di kurskan dalam bentuk rupiah. Sebagian guru dan karyawan menuntut hak mereka dengan tidak tahu malunya. Tanpa ampun menyindir ato bahkan mencecar bendahara sekolah yang belum mengucurkan uang lelahnya. Yah, seharusnya guru, karyawan dan bendahara sama-sama tahu lah. Ibaratnya keluarga miskin, tak mungkin kan kita meminta uang jajan sementara orang tua sedang pusing memikirkan cara menanak nasi tanpa beras. Tapi sebaliknya, ibarat keluarga kaya, tak mungkin pula orang tua membiarkan anaknya kelaparan sedangkan nasi lauk pauk tersedia di meja makan.

Di sekolah saya misalnya, dana BOS yang diterima benar-benar digunakan untuk menggaji guru/karyawan dan menutup kebutuhan siswa (let's say, fotokopi worksheet yang tiap guru menghabiskan 4 - 6 ribu per kelas per mata pelajaran). Lalu apa kabar dengan uang UKM (uang kebaktian murid) yang tiap bulan rutin dibayarkan siswa? Aah, jangan ditanyakan besarnya karena jumlahnya tak seberapa. Dana itu untuk membiayai kegiatan sekolah lain yang tidak tercover BOS. Murid-murid kami dari golongan menengah ke bawah. Maka ukm yang terkumpul tidak lebih banyak dari 6juta/bulan. Andai saja para guru ditempat kami menghitung waktu lembur, waktu mengkoreksi dan waktu les dengan hitungan pasti sesuai ketetapan pemerintah, maka sekolah kami mungkin akan jatuh miskin. Dari mana sekolah bisa membayar uang lelah itu? Tak mungkin sekolah membebankannya kepada murid-murid. Sedangkan tidak sedkit dari mereka yang menunggak ukm.

Beberapa kasus yang saya dengar, justru sekolah-sekolah berpotensi terjadi perpecahan antar guru. Siapakah biang keladinya? Tak lain tak bukan adalah "uang". Hanya karena uang dan gengsi, maka terciptalah gap antara GTT/PTT dan PNS di sekolah-sekolah tertentu. Ambillah contoh, saat guru GTT/PTT menerima tunjangan yang nilainya cuma 10% dari gaji PNS sebulan, maka akan terjadi perang dingin antara kedua grup tersebut hanya karena para GTT/PTT tidak berbagi dengan guru PNS. Lalu, apakah saat guru PNS menerima gaji ke-13 para GTT/PTT meminta bagian? Oh tidak.. Kami para GTT/PTT sudah terbiasa "nrimo". Benarkah "nrimo"?

Ambillah contoh saat saya bergabung di Grup Operator sekolah. Banyak info yang sangat membantu disana. Tapi suatu saat saya menemukan satu member di Grup itu (membernya either guru ato TU) yang mengupload file persetujuan guru untuk membayar operator. Oke, operator (termasuk saya) dibayar juga boleh karena memang ada juknisnya. Tapi mata saya terbelalak saat membaca isi draft persetujuan tersebut. Tak tanggung-tanggung, GTT wajib membayar 50rb dan PNS sebesar 200-250 ribu kepada operator. Kalo di sekolahku ada 5 PNS dan 17 GTT dan PTT, maka saya akan mendapatkan 1 juta 850 ribu rupiah sekali mengisi data. Gilak!!!

Saat itu, panas ada di ubun-ubun. Maka saya tanggapi statusnya dengan kritikan dan leave the page as soon as possible. Aku nggak habis pikir kenapa ada orang yang money oriented seperti itu. Tunjukkan loyalitas untuk sekolah dan jangan banyak menuntut. Sekolah bisa saja membayar jasanya (since my principal offered it too, but we refused it). Silahkan kalau sekolah atau PTK berkenan membayar jasa si operator. Tapi I never like begging the money for any reason. Mengemis itu bukan sifatku. For me, kalau tidak mau kerja dengan bayaran sedikit, simply leave your school, find another job! Never ever dream of earning much much much money in the school. We (baca: school teachers and staffs) suppose working at school for the sake of students' quality.

Jadi, anda termasuk guru atau staff  yang money oriented ato bukan?

Jumat, 26 Juli 2013

Safari Tarawih

Ramadhan tahun ini harus beda dari ramadhan tahun kemarin. Ini salah satu motivasiku agar makin rajin beribadah. Entah kenapa ya, makin tua kok greget ramadhan jadi berkurang. H-1 ramadhan ini saja rasanya so flat. Aku rasa ada yang salah denganku waiting

Sebenernya greget ramadhan itu ada dimananya sih?
Kalau menurutku sih ada di sholat tarawihnya. Hari-hari  biasa, waktu sholat isyak kebanyakan masjid cuma di datangi beberapa jamaah. Namun, saat bulan ramadhan, hampir semua umat islam (yang mau dapat barokahnya ramadhan) berdatangan memakmurkan masjid di sekitarnya. Nggak mau kalah sama muslimin dan muslimat yang rajin sholat tarawih di masjid, aku pun sholat tarawaih di mushola dekat rumah. Ada masjid di daerah belakang rumah, tapi jalan kesana gelappp. Jadi aku putuskan ke Mushola yang di daerah depan rumah yang agak lebih terang jalannya.

E tapi, penasaran juga suasana tarawih di masjid lain seperti apa. Makanya aku pun mulai bersafari tarawih. Sejauh ini sudah beberapa masjid dan mushola yang aku datangi. Opiniku seperti ini:

1. Musholla Ar Ramli (Blawong I)
Karena warganya semua warga Muhammadiyah, maka sholat tarawih disini terdiri dari 11 Rokaat. Tipe sholat nya --> 4 rokaat - 4 rokaat - 3 rokaat.

Review
# Waktu dzikir seusai sholat isyak cukup
# Sholat ba'diyah isyak dan sholat iftitah secara munfarid
# Ada kultum yang bener-bener kultum, kurang tujuh menit.
# Doa sebelum tarawih, seusai witir dan niat puasa dibaca bareng, masing-masing 3x.
# Imam suka baca suratnya pelan-pelan (benernya begini), sayang, pikiranku jadi sering melayang.
# Semua jamaah sholat tarawih secara lengkap.
# Jaraknya deket, 1 menit jalan kaki.
Sejauh ini, mushola tempat favoritku. Jaraknya yang dekat dan doa yang dibaca bersama-sama membuat suasanaa ramadhan makin hidup.

2. Masjid At Taqorrub (Blawong II)
Sholat tarawihnya masih sama dengan mushola Ar Ramli, terdiri dari 11 rokaat (4 - 4 - 3)
Review
# Waktu dzikir cukup banget.
# Ada kultum.
# Sholat Ba'diyah dan iftitah secara munfarid
# Doa sebelum tarawih dan seusai witir dibaca bareng, tapi tidak 3x. 
# Doa niat puasa dibaca sendiri-sendiri.
# Jaraknya deket, 2 menit naik motor.
# Semua jamaah sholat tarawih secara utuh
Ini masjid favorit keduaku. Suasana masjid yang ramai makin mengingatkanku bahwa Ramadhan ini harus beda dari buulan-bulan lainnya.

3. Masjid Al Ikhlas (Grojogan)
Sempat sholat tarawih 2x disini. Kebetulan lewat dan mampir sih. Ternyata, dan kebetulan, sholat tarawih disini 11 rokaat. Bedanya, tipe sholatnya --> 2-2-2-2-2-1
Masjid Al Ikhlas di lihat dari seberang jalan

Review
# Waktu dzikir pendek, harus ngebut dzikir agar bisa sholat sunat.
# Sholat ba'diyah Isyak + Iftitah secara munfarid. Tak banyak yang sholat sunat.
   Kali pertama baru sempat sholat ba'diyah thok, imam sudah memulai sholat tarawih worried
   Kali kedua, ngebut dzikir dan sempet sholat ba'diyah dan iftitah, yeyyy applause
# Tidak ada kultum.
# Gerakan sholat energik, cepet, jadi nggak sempat pikiranku melayang jauh.  
# Doa sebelum tarawih dan seusai witir dituntun oleh imam.
# Doa terakhir di pimpin imam, jamaah tinggal mengamini.
# Jaraknya 10 menit naik motor.
Menurutku, masjid ini lumayan lah. Meski harus ngebut baca dzikir dan ngebut sholat sunat.

4.  Masjid Kanggotan (nama menyusul)
Menyempatkan sholat disini demi merasakan sholat 11 rokaat di daerah tetangga. Tipe sholatnya -- 4 - 4 - 3
Review
# Waktu dzikir cukup, nggak pake ngebut
# Tidak ada kultum
# Sholat iftitah berjamaah
# Doa tarawih dibaca 3x setiap selesai 4 rokaat tarawih dituntun imam
# Doa setelah witir dibaca bareng, tapi doa niat puasa dibaca sendiri
# Jaraknya 5 menit naik motor.
Seru juga sholat tarawih disini. Suasananya masih seperti di Blawong. Petugas parkirnya juga rapi jali dan helpful banget walaupun tidak dibayar.

5.  Masjid Sokopuro (Blawong I)
Masjid ini masih sama dengan masjid di daerah Blawong lainnya. Sholat tarawih terdiri dari 11 rokaat (4-4-3)
Review
# Waktu dzikir cukup
# Sholat ba'diyah + iftitah secara munfarid
# Tidak ada kultum
# Tidak membaca doa setelah tarawih + witir bersama-sama
# Jaraknya 1 menit jalan kaki.
Meskipun banyak yang suka sholat tarawih disini (terkenal karena waktu sholat relatif cepat), tapi aku kurang suka sholat disini. Sering rancu dan tidak cukup waktu berlama-lama membaca doa setelah tarawih karena bacaan doa yang tidak dilafalkan bersama-sama. Jamaahnya pun terkesan tidak serius. Beberapa ibu-ibu memilih sholat di shof paling belakang agar tidak ketahuan kalau mereka tidak sholat tarawih secara lengkap. Bahkan, pengaturan shofnya kacau. Shof yang paling tengah masih kosong, tapi jamaah membuat shof lagi di belakangnya. Kadang-kadang, shof dimulai dari samping kanan dan kiri. Aku jadi bingung mau gabung dengan shof disebelah kiri atau kanan. Ribet pokoknya.

Safari tarawihnya cuma sedikit ya. Maklum, agak nggak wangun anak cewek keluar malam jauh dari rumah. Tapi, masih penasaran juga suasana tarawih di tempat lain seperti apa.
Lain kali ke masjid mana lagi ya?! thinking

*Pe-eR, harus upload foto masjid lagi nih.. 

Selasa, 18 Juni 2013

Another Sleeveless Dress

Bulan ini, stok kainku bertambah lagi, yeiiii...
Satu dari sekolah dan satu lagi hadiah kenangan dari anak-anak PPL EFC. Keduanya motif Batik karena batik emang sedang in dan masih in untuk kalangan sekolah. Jadilah saya ngecek benang mana yang sesuai dengan stok kain yang saya punya.
Koleksi Benang Ibu
I found many colored threads in the box, but not the white one. No worry, the blue thread should fit on this cloth. Oh yeah? 
Nggak ding, saya nggak yakin Ibu nggak punya benang putih. It's a must for every tailor, i guess. Dan, yak, saya menemukan benang putih lusuh nyelip di antara kain-kain perca. Bener-bener sudah tidak putiiiiiih, tapi saya yakin di cuci bareng dengan bajunya juga bakal bersih.

Come come.. Look and see the pictures of my sewing process.
Execution process
And, here is the result
The result

Finish.. I just wanna show another gamis I sewed. The process and the pattern are still the same as the previous gamis. Check out the post and you can find a downloadable pattern there.

Sabtu, 15 Juni 2013

Menulis Ijazah? Santai Saja


Menulis Ijazah bukan sesuatu yang menegangkan. Asal semua dokumen lengkap, maka silahkan menulis. Pedoman penulisan Ijazah biasanya diberikan beserta blanko Ijazahnya. Dan biasanya, sebelum blanko diberikan, UPT setempat memberikan pengarahan tata cara menulis Ijazah.
Di bawah ini contoh penulisan ijazah. Tapii, berhubung ijazah resmi dari pusat belum turun, jadi contohnya pake ijazah dari yayasan aja ya . Mirip-mirip kok... *maksa


Perlengkapan
Setiap orang perlu kenyaman sendiri-sendiri agar bisa bekerja dengan hati tenang. What do I need? Aku memerlukan ini:.
  1. Dokumen Fotocopy Akte Siswa
  2. Hard file pengisian ijazah yang diperlukan (download disini)
  3. HP, earphone, musik
  4. Kacamata (aku cylinder 0,5 di sebelah kanan, dan 0,25 di sebelah kiri)
  5. Meja yang bagian atasnya rata dan nyaman dipakai
  6. Clipboard untuk alas menulis
  7. Sendok makan untuk menghaluskan bagian kertas yang kasar setelah dihapus.

Peralatan
What should you need? Yang wajib ada sebelum mulai menulis adalah:
Cek peralatan dulu
  • 2 Penggaris plastik elastis. Dipotong menjadi 4 bagian. Fungsi penggaris ini untuk panduan penulis supaya huruf-hurufnya sama tinggi dan rapi. Thanks for Pak Medi yang sudah memberikan tips menulis ala typewriter
  • Penggaris A (untuk Nama Siswa):  2 bagian di tata dengan jarak antar penggaris 0,4 cm. Plester di setiap ujungnya.
  • Penggaris B (untuk Selain Nama Siswa): 2 bagian penggaris di tata dengan jarak 0,3 cm. Plester di setiap ujungnya.
  • Drawing Pen DR ukuran 0.5 --> untuk menulis Nama Siswa pada bagian depan Ijazah
  • Drawing Pen DR ukuran 0.3 --> untuk menulis Nama Siswa pada bagian belakang Ijazah dan Nama Kepala Sekolah
  • Drawing Pen DR ukuran 0.2 --> untuk menulis selain Nama Siswa dan Nama Kepala Sekolah
  • Penghapus ballpoin dan penghapus pensil.
  • Pensil

Steps menulis Ijazah


  •  Ucapkan bismillah, wajib untuk setiap memulai kegiatan 
  • Cocokkan file isian dengan Akte Siswa
  • Siap-siap menulis, dan ingat, tulisan tidak perlu dibuat ala kaligrafi.
  • Tulis nama siswa di ujung kertas lain dengan huruf kapital menggunakan penggaris A dan DR 0,5. Letakkan kira-kira pas di tengah tempat menulis nama
Pas di tengah-tengah
  • Pasang penggaris A di tempat menulis nama kira-kira 1mm di atas titik-titik. Mulailah  menulis nama di dalam sela-sela penggaris sambil pastikan ejaan  nama tertulis benar.
Hati-hati ya
  • Isian di bawahnya, tulis tempat tanggal lahir, nama orang tua, sekolah, NIS, tempat tanggal penerbitan ijazah, dan NIP/ NBM Kepala Sekolah menggunakan penggaris B dan DR 0,2 dengan huruf kecil tapi EYD. Pastikan menulisnya kira-kira 1 mm di atas titik-titik. Hasilnya akan lebih rapi, percaya deh,

  • Tulis nama kepala sekolah dengan huruf kecil EYD menggunakan penggaris B dan DR 0,3.
Contoh Bagian Depan Ijazah Muhammadiyah
  • Di belakang ijazah, tulis nama siswa dengan huruf kapital menggunakan penggaris B dan DR 0,3
  • Selain nama siswa dan kepala sekolah, diisi dengan penggaris B dan DR 0,2
Contoh Bagian Belakang Ijazah Muhammadiyah
  • Jika diperhatikan, tempat penerbitan ijazah ini tertulis JETIS (Kecamatan). Ini benar-benar salah. Please, jangan ditiru. Penulisan tempat penerbitan ijazah seharusnya ditulis BANTUL (Kabupaten). Untungnya, Ijazah yang aku tulis ini bukan ijazah resmi pemerintah. Jadi, yang sudah terlanjur salah, ya sudahlah..
  • Cek ulang, dan pastikan tidak ada yang salah tulis
  • Jika menyadari adanya salah, segera berhenti dan istirahatlah. 
  • Selanjutnya, tinggalkan blanko tersebut dan lanjutkan dengan blanko yang baru dengan tetap mengisi dengan urutan siswa selanjutnya.
  • Kumpulkan blanko yang perlu dikoreksi, sisihkan.
  • Jika semua blanko sudah selesai diisi, kembali lah pada blanko yang salah.
  • Dengan penghapus pen, hapus sedikit demi sedikit sampai kira-kira huruf bisa di tumpuk dengan rapi.  Sayang, kertas ijazah dari yayasan mirip kertas piagam biasa. Tiap di hapus jadi jelek begini)
Contoh salah tulis dan sudah diralat dengan penghapus
  • Kalau agak takut, gunakan pensil tipis-tipis sebelum menulisnya lagi dengan DR. Turunkan 0.1 untuk tulisan yang salah. Misal salah saat menulis dengan DR 0.3 (liat contoh), maka saat meralat, gunakan DR 0.2. Kertas yang sudah pernah dihapus akan kasar dan tinta yang ditoreh di atasnya akan "bleber" menjadi lebih tebal dari ukuran seharusnya. Dengan pen DR 0.2, tinta tidak akan melebihi ukuran DR 0.3 sehingga tidak terlalu kelihatan kalau huruf itu salah. Satu lagi tips yang diberikan oleh seorang teman blogger. Kertas yang kasar bekas dihapus, bisa diratakan kembali dengan sendok. Caranya seperti saat kita menghaluskan obat. Ternyata sendok banyak gunanya ya selain untuk makan, hehe
  • Tidak disarankan menggunakan cairan penghapus tinta. Daripada kertasnya malah jadi rusak. Jangan tergiur pula membeli cairan penghapus tinta secara online, meskipun klaimnya tokcer bisa menghilangkan bekas tinta. Saya pernah terpikir untuk membeli, tapi untung saja saya googling dulu dengan kata kunci penipuan diikuti nama olshopnya. Dan terbukti banyak yang tertipu. Hati-hati ya..
  • Jika blanko benar-benar tidak bisa dikoreksi, maka siapkan surat penggantian ijazah, dan segera meluncur ke dinas propinsi thumbs up
  • Selesai
Awalnya aku pikir menulis Ijazah (Resmi dari pemerintah) akan banyak menyita waktu. Dan, pada pengalaman pertama, memang aku sangat tegang karena takut salah. Hasilnya, aku salah menulis huruf bahkan salah mengisi nama untuk sekitar 5 lembar ijazah. 3 lembar hanya salah tulis huruf dan atau angka, jadi dengan penghapus dan diperbaiki sedikit, ijazahnya sukses direnovasi. Sayangnya, 2 lembar lagi agak repot untuk dihapus. Jadilah aku mengajukan surat penggantian ijazah ke Dinas Pendidikan Provinsi bagian Sekolah Dasar. Kalo Dikpora Yogyakarta, kantornya ada di sebelah selatan Stadion Mandala Krida Lantai 2.

Begini nih format Surat Penggantian Ijazah yang boleh dicontek. Tidak sulit kok mengajukan penggantian blanko Ijazah. Tinggal membawa suratnya 2 lembar, blanko asli dan fotokopi blanko ijazah yang salah tulis. Di sana ada petugas yang siap menerima, dan aku tinggal menunjukkan bagian mana yang salah tulis.

Well, karena tahun ini pengalaman ke-2 ku untuk menulis Ijazah, aku sudah tidak perlu tegang lagi. Salah tulis itu manusiawi dan pemerintah memakluminya. Buktinya, betapa mengajukan penggantian blanko Ijazah itu mudah. Tapi jangan juga mempermudah lho, tetap berhati-hati, jeli dan teliti. Usahakan tetap rapi dan enak dibaca. Sekian.
 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon