Minggu, 27 Januari 2013

Little "Fans" of Mine

Another love letter, horeeeeeey.....

Yup, akhir-akhir ini aku dapat surat cinta mulu. Maunya sih dari a guy, hihihi... tapi nggak papa, surat ini malah lebih penting bagiku. Kenapa? Karena surat ini membuktikan bahwa hasil kerjaku selama ini ada yang menghargai. They are.. jreng jreng jreng..

Kelas 3A

Ini foto kelasnya Ikma, Herlinda, Cindy dan Madilah. Sejak 1 tahun yang lalu, saat masih duduk di kelas 2, Ikma Cs suka sekali menulis surat untukku. Mungin karena aku pernah cerita bahwa anak kelas 1 ada yang menyuratiku. Mereka yang selalu heboh tiap kali aku datang untuk mengajar di kelasnya, langsung gemar menulis surat untukku. Surat pertama aku balas dengan sekotak chocolatos yang aku bagikan untuk semua siswa kelas 2. Surat selanjutnya hanya aku balas dengan ucapan terimakasih. Kadang-kadang aku membalasnya tapi jarang enggaknya, hoho..


Tak jarang, diantara surat itu mereka menyelipkan hadiah kecil. Semacam bross, penghapus berbentuk hati dan lainnya. Aku bahkan sampai lupa menaruh kado itu. Kalo surat mereka, aku masih menyimpannya di kotak aksesoris kok.
Gifts and letters

Sebagian suratnya mengutip lagu yang sedang mereka sukai Tapi lama-lama karena aku mengarahkan mereka bagaimana cara menulis surat, jadi lah begini ini suratnya. Sengaja dibikin extra large biar keliatan suratnya. Lumayan kan bisa jadi kenang-kenangan mereka saat gedhe nanti 
Two of many letters I've received

Surat itu datang setelah mereka memberiku surat plus kado ulang tahun. Ah, jadi terharu lagi..
Mereka satu-satunya yang memberiku kado. Nggak besar, hanya bross sederhana, tapi dengan suka cita rela mengumpulkan duit untukku. Jaman dulu, waktu masih ada kesepakatan tuker kado, aku dan temen-temen saling tukar kado. Yah, sekedar tanda kasih sayang. Dan, hari itu, hanya 4 muridku ini memberiku bukti bahwa murid-murid kelas III menyayangiku, hiks hiks.. 

Dan untuk occasion yang satu itu, aku panjang lebar membalas suratnya. Aku sekali lagi mengingatkan mereka untuk tidak perlu memberiku apa-apa. Aku kasihan sama mereka yang menyisihkan uang sakunya demi aku. Tapi namanya juga anak-anak, aku yakin hari-hari selanjutnya masih akan memberiku hadiah kecil. Dan sebagai balasan hadiah, aku membelikan mereka (Ikma, Herlinda, Cindy dan Madilah) 4 novel anak-anak. Aku seneng melihat ekspresi bahagia mereka. Lucunya... Lucu karena aku malah yag salting. Aku nggak tahu mesti ngapain, jadi aku memilih sibuk di kantor.


Kebetulan Ikma dan Herlinda suka bahasa Inggris dan nilainya pun bagus. Mereka amat sangat suka dekat-dekat denganku. Sampai-sampai saat ada pemilihan Guru Favorit di sekolah, mereka sukses memprovokatori teman sekelasnya untuk memilih aku. Guru kelas mereka, Bu Anif, sampai heran dan berkata kalau mereka tidak dipilih oleh muridnya sendiri. Bahkan Ikma cs meminta maaf pada bu Anif karena lebih memilih aku. Ya Allah, sampai speechless deh. Kikuk sekaligus nggak enak sama bu Anif nih, hehehe

Sebenarnya nggak cuma bu Anif yang berkata seperti itu, guru-guru kelas lain juga. Bukannya sombong, meski kesannya memang (), tapi ini kenyataan. Mereka sering bertanya kenapa murid-murid seperti tersihir (ih, busyet) oleh ku. Walah, aku sendiri juga nggak tahu bu. Tahu-tahu mereka jadi suka pelajaran bahasa Inggris. Ya bagus deh, nggak perlu banyak iming-iming untuk mengajak mereka belajar bahasa Inggris.


Sebenarnya aku nggak ngerti bagian mana yang membuatku difavoritkan anak-anak. Sombongnya..
Kalo mereka suka aku karena aku satu-satunya guru yang tidak bisa marah, ya okelah. Tapi akan lebih suka lagi kalo mereka suka bahasa Inggris dan cara mengajarku dibanding sifatku. Andai oh andai.. sukanya mereka padaku diwujudkan dengan bukti nilai bahasa Inggris yang bagus. Pasti aku bakal lebih bahagia lagi, hahahahaha..

0 komentar:

Posting Komentar

Your comment, please. Whether it is good or bad... ^_^

 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon