Sabtu, 15 Juni 2013

Menulis Ijazah? Santai saja


Menulis Ijazah bukan sesuatu yang menegangkan. Asal semua dokumen lengkap, maka silahkan menulis. Pedoman penulisan Ijazah biasanya diberikan beserta blanko Ijazahnya. Dan biasanya, sebelum blanko diberikan, UPT setempat memberikan pengarahan tata cara menulis Ijazah.
Di bawah ini contoh penulisan ijazah. Tapii, berhubung ijazah resmi dari pusat belum turun, jadi contohnya pake ijazah dari yayasan aja ya . Mirip-mirip kok... *maksa


Perlengkapan
Setiap orang perlu kenyaman sendiri-sendiri agar bisa bekerja dengan hati tenang. What do I need? Aku memerlukan ini:.

  1. Dokumen Fotocopy Akte Siswa
  2. Hard file pengisian ijazah yang diperlukan (download disini)
  3. HP, earphone, musik
  4. Kacamata (aku cylinder 0,5 di sebelah kanan, dan 0,25 di sebelah kiri)
  5. Meja yang bagian atasnya rata dan nyaman dipakai
  6. Clipboard untuk alas menulis
  7. Sendok makan untuk menghaluskan bagian kertas yang kasar setelah dihapus.

Peralatan
 What should you need? Yang wajib ada sebelum mulai menulis adalah:

Cek peralatan dulu

  • 2 Penggaris plastik elastis. Dipotong menjadi 4 bagian. Fungsi penggaris ini untuk panduan penulis supaya huruf-hurufnya sama tinggi dan rapi. Thanks for Pak Medi yang sudah memberikan tips menulis ala typwriter
  • Penggaris A (untuk Nama Siswa):  2 bagian di tata dengan jarak antar penggaris 0,4 cm. Plester di setiap ujungnya.
  • Penggaris B (untuk Selain Nama Siswa): 2 bagian penggaris di tata dengan jarak 0,3 cm. Plester di setiap ujungnya.
  • Drawing Pen DR ukuran 0.5 --> untuk menulis Nama Siswa pada bagian depan Ijazah
  • Drawing Pen DR ukuran 0.3 --> untuk menulis Nama Siswa pada bagian belakang Ijazah dan Nama Kepala Sekolah
  • Drawing Pen DR ukuran 0.2 --> untuk menulis selain Nama Siswa dan Nama Kepala Sekolah
  • Penghapus ballpoin dan penghapus pensil.
  • Pensil

Steps menulis Ijazah

  •  Ucapkan bismillah, wajib untuk setiap memulai kegiatan 
  • Cocokkan file isian dengan Akte Siswa
  • Tulis nama siswa di ujung kertas lain dengan huruf kapital menggunakan penggaris A dan DR 0,5. Letakkan kira-kira pas di tengah tempat menulis nama
Pas di tengah-tengah

  • Pasang penggaris A di tempat menulis nama kira-kira 1mm di atas titik-titik.  Mulailah  menulis nama di dalam sela-sela penggaris sambil pastikan ejaan  nama tertulis benar.
Hati-hati ya

  • Isian di bawahnya, tulis tempat tanggal lahir, nama orang tua, sekolah, NIS, tempat tanggal penerbitan ijazah, dan NIP/ NBM Kepala Sekolah menggunakan penggaris B dan DR 0,2 dengan huruf kecil tapi EYD. Pastikan menulisnya kira-kira 1 mm di atas titik-titik. Hasilnya akan lebih rapi, percaya deh,


  • Tulis nama kepala sekolah dengan huruf kecil EYD menggunakan penggaris B dan DR 0,3.
Contoh Bagian Depan Ijazah Muhammadiyah

  • Di belakang ijazah, tulis nama siswa dengan huruf kapital menggunakan penggaris B dan DR 0,3
  • Selain nama siswa dan kepala sekolah, diisi dengan penggaris B dan DR 0,2
Contoh Bagian Belakang Ijazah Muhammadiyah

  • Jika diperhatikan, tempat penerbitan ijazah ini tertulis JETIS (Kecamatan). Ini benar-benar salah. Please, jangan ditiru. Penulisan tempat penerbitan ijazah seharusnya ditulis BANTUL (Kabupaten). Untungnya, Ijazah yang aku tulis ini bukan ijazah resmi pemerintah. Jadi, yang sudah terlanjur salah, ya sudahlah..
  • Cek ulang, dan pastikan tidak ada yang salah tulis
  • Jika menyadari adanya salah, segera berhenti dan istirahatlah. 
  • Selanjutnya, tinggalkan blanko tersebut dan lanjutkan dengan blanko yang baru dengan tetap mengisi dengan urutan siswa selanjutnya.
  • Kumpulkan blanko yang perlu dikoreksi, sisihkan.
  • Jika semua blanko sudah selesai diisi, kembali lah pada blanko yang salah.
  • Dengan penghapus pen, hapus sedikit demi sedikit sampai kira-kira huruf bisa di tumpuk dengan rapi.  Sayang, kertas ijazah dari yayasan mirip kertas piagam biasa. Tiap di hapus jadi jelek begini)
Contoh salah tulis dan sudah diralat dengan penghapus

  • Kalau agak takut, gunakan pensil tipis-tipis sebelum menulisnya lagi dengan DR. Turunkan 0.1 untuk tulisan yang salah. Misal salah saat menulis dengan DR 0.3 (liat contoh), maka saat meralat, gunakan DR 0.2. Kertas yang sudah pernah dihapus akan kasar dan tinta yang ditoreh di atasnya akan "bleber" menjadi lebih tebal dari ukuran seharusnya. Dengan pen DR 0.2, tinta tidak akan melebihi ukuran DR 0.3 sehingga tidak terlalu kelihatan kalau huruf itu salah. Satu lagi tips yang diberikan oleh seorang teman blogger. Kertas yang kasar bekas dihapus, bisa diratakan kembali dengan sendok. Caranya seperti saat kita menghaluskan obat. Ternyata sendok banyak gunanya ya selain untuk makan, hehe
  • Tidak disarankan menggunakan cairan penghapus tinta. Daripada kertasnya malah jadi rusak. Jangan tergiur pula membeli cairan penghapus tinta secara online, meskipun klaimnya tokcer bisa menghilangkan bekas tinta. Saya pernah terpikir untuk membeli, tapi untung saja saya googling dulu dengan kata kunci penipuan diikuti nama olshopnya. Dan terbukti banyak yang tertipu. Hati-hati ya..
  • Jika blanko benar-benar tidak bisa dikoreksi, maka siapkan surat penggantian ijazah, dan segera meluncur ke dinas propinsi thumbs up
  • Selesai
Awalnya aku pikir menulis Ijazah akan banyak menyita waktu. Dan, pada pengalaman pertama, memang aku sangat tegang karena takut salah. Hasilnya, aku salah menulis huruf bahkan salah mengisi nama untuk sekitar 5 lembar ijazah. 3 lembar hanya salah tulis huruf dan atau angka, jadi dengan penghapus dan diperbaiki sedikit, ijazahnya sukses direnovasi. Sayangnya, 2 lembar lagi agak repot untuk dihapus. Jadilah aku mengajukan surat penggantian ijazah ke Dinas Pendidikan Provinsi bagian Sekolah Dasar. Kalo Dikpora Yogyakarta, kantornya ada di sebelah selatan Stadion Mandala Krida Lantai 2.

Begini nih format Surat Penggantian Ijazah yang boleh dicontek. Tidak sulit kok mengajukan penggantian blanko Ijazah. Tinggal membawa suratnya 2 lembar, blanko asli dan fotokopi blanko ijazah yang salah tulis. Di sana ada petugas yang siap menerima, dan aku tinggal menunjukkan bagian mana yang salah tulis.

Well, karena tahun ini pengalaman ke-2 ku untuk menulis Ijazah, aku sudah tidak perlu tegang lagi. Salah tulis itu manusiawi dan pemerintah memakluminya. Buktinya, betapa mengajukan penggantian blanko Ijazah itu mudah. Tapi jangan juga mempermudah lho, tetap berhati-hati, jeli dan teliti. Usahakan tetap rapi dan enak dibaca. Sekian.

10 komentar:

Anonim mengatakan...

wah tipsnya saya pake' .
terimakasih kaka' .
tapi maaf , itu jarak penggaris A kq cuma 0.3 cm ? padahal kan lebih lebar .

eNdunk mengatakan...

*ah, iya.. dong dong dong..

Maaf, salah tulis. udah tak balik ya. Jarak penggaris A yang 0,4cm. Fleksibel sebenarnya, silahkan di modifikasi.
Btw, thanks for correcting :)

lukman hasanudin mengatakan...

pengen tanya cara menghapus huruf A pada nama depan misal nya, A sukram

eNdunk mengatakan...

@lukman hasanudin:Dihapus menggunakan penghapus bolpoin yang (biasanya) warna biru. Dihapusnya pelan-pelan dan sedikit-sedikit dibersihkan kotorannya dengan tangan atau tisu. Jangan kasar ya takut kertasnya sobek.
Hope to Help..

saifuddin oke mengatakan...

makasih infonya......

eNdunk mengatakan...

Sama-sama pak..

Spenda on the blog mengatakan...

kertas yang kasar bekas dihapus bisa sdikit diratakan lagi dengan cara digosok pake sendok

eNdunk mengatakan...

Makasih :)
Ijin masukin tips ke postingan ya..

JAHARI SANTOSO BLOG mengatakan...

mohon masukan KALO NULIS IJASAH ITU bagusnya pake contoh tulisan jenis apa ya :) maksudnya pake yang mirip dengan font apa )...:) nanti saya tiru supaya mirip dengan font komputer
mohon sharing info nya :)

eNdunk mengatakan...

Aapa ya pak.. Mungkin bisa pake Arial atau Calibri yang emang diakui resmi. Punya saya harusnya Arial, meski nnggak mirip amet :D

Asal jangan Monotype Corsiva. Ijazah jaman dulu emang tulisannya ala kaligrafi, tapi sekarang disarankan nggak dipake lagi kan..

Poskan Komentar

Your comment, please. Whether it is good or bad... ^_^