Selasa, 25 Maret 2014

Two-day project: Gamis lagi

Assalamu’alaikum..
Apa kabar kawanku sekaliaaaan..
*loh, kok jadi Raihan mode on ini 

Akhirnya nyeplok telur juga nih. Udah di akhir maret baru bikin post baru. Ide menulisnya sih buanyak ya. Sayang, modem sedang tak bersahabat, wifi cuma ada di sekolaan. Nggak sempet juga kalo nulis di kantor, selain ntar dikira korupsi jam kerja sih, hihihi

Well, oke, let’s start writing..
Post bulan Maret ini diawali dari gamis baru yang juga baru saya pakai kemarin Ahad.
Meski hoby jahit menjahit, tapi saya jarang beli kain lho. Kain batik ini pun bukan karena saya yang beli, tapi karena pemberian. Hampir tiap tahun, mahasiswa PPL yang praktik di SD memberiku kain batik sebagai kenang-kenangan. Saya tinggal membeli kain polosannya saja. Itu pun cuma sekitar 1 meter dengan harga tak lebih dari 20rb/m. Jadi murah kan harga produksi gamis ini, hehe

Nah nah, pola baju ini saya ambil dari pola gamis yang pernah saya upload sebelumnya. Pertama tama saya print pola gamis ku. Saya potong kertas mengikuti garis pola. Kemudian saya beri lem pada bagian yang seharusnya di lem. Dan seperti inilah hasilnya. 
Cut and join the patterns

Setelah pratek dengan pola buatan sendiri, ada yang missing ternyata. Dulu saya memotong pola bagian atas beberapa belas (eh, ato puluh ya) centi. Saya lebih suka sambungan gamis ada di atas perut bukan pas di perut. Makanya saya memotong pola bagian atasnya. Nah, kalau mau memakai pola gamis itu, jangan lupa potong bagian atas atau bagian roknya. Pilih salah satu ya. Kalo milih memotong bagian atasnya, bagian rok tidak perlu dipanjangkan lagi karena memang potongan roknya sudah saya naikkan di atas perut. Setelah itu, jiplak pola di atas kain. Jiplak lagi 1-2 cm di luar garis jiplakan pertama. Potong kain sesuai garis terluar.
Draw and sew the fabric

Biasanya saya mengobras baju ke tempat teman. Tapi kali ini saya pengen buru-buru menyelesaikan baju, dan tidak sempat kalau harus ke tukang obras. Maka saya menggunakan pitterban (yang warnanya putih dan biasa digunakan sebagai tali guling) untuk membungkus sisa kain yang tidak terjahit. Lumayan buanget lho, bisa menghemat 2ribu rupiah, secara ongkos obras 3ribu dan harga pitterban cuma seribu peraksaja per gulung. 
Here it is..

Detail:

  • Biasanya saya memasang resleting jepang di bagian punggung. Tapi kali ini mau yang agak lain. Saya pasang resletingnya dibagian depan. 
  • Untuk menutupi ketidak rapian sambungan resleting, saya menambahkan ornamen sederhana. Ornamen ini, ehem, sebenernya totally accident. Kain yang tidak seharusnya ada malah ikut terjahit, ya sudah lah ornamennya jadi lurus-lurus saja.
  • Dibagian kanan di bawah sambungan, saya memasang saku yang agak tersembunyi. Lumayan kan, kalau tidak mau repot bawa tas, tinggal masukkan hape ke kantong.
  • Di bagian lengan, saya buat kerutan. Lebih enak lengan dengan kerutan karena tidak kemana-mana terbawa angin kalo sedang naik motor.

Selesai sudah post jahitan saya kali ini. Terimakasih ya sudah menyempatkan membaca dan mengamati hasil karya amateur tailor ini. Silahkan lho kalo mo dipuji ato dicela, hihihi 

0 komentar:

Posting Komentar

Your comment, please. Whether it is good or bad... ^_^

 
Don't Skip Me Blog Design by Ipietoon